Kasus Penyerobotan Tanah Di Ds. Gunung Maddah Kec/Kab. Sampang, Si Kaya Akan Tetap Menindas Si Miskin

Spg.zonainvestigasi.com – Sudah bukan menjadi rahasia umum kalau orang miskin atau wong cilik itu pasti tertindas oleh orang kaya.
Sama dengan yang menimpa pada Syaiful (35) warga Dusun Tengah Desa Gunung Maddah Kecamatan/Kabupaten Sampang.

Awal mula kejadiannya yaitu sekitar tahun 2010, Syaful Anwar pada saat itu sedang berada di Malaysia untuk menjadi TKI.
Akan tetapi diwaktu mencari ringgit di negeri jiran ternyata tanahnya yang berada di Dusun. Tengah Ds. Gunung Maddah Kec/Kab. Sampang dicaplok oleh H. Mugis yang tak lain merupakan saudara sepupunya sendiri.

Syaiful Anwar selaku pemilik tanah mengungkapkan bahwa waktu tahun 2010 dia (H. Mugis) menceritakan lalu memohon kalau ingin menempati tanah miliknya, dan sekaligus membangun rumah.

“Karena merasa kasihan, berhubung H. Mugis ada ikatan saudara, dan pada saat itu tidak mempunyai tempat tinggal, akhirnya saya merestui permintaannya”, Ungkapnya.

Akan tetapi dengan seiring berjalannya waktu, H. Mugis perekonomiannya semakin meningkat atau kaya dan tindakannya menjadi merajalela serta sewenang-wenang yakni mengambil atau mencaplok tanah milik Syaiful bahkan tetangga sekitar wilayah rumahnya dengan alasan mau pinjam.

“Karena semakin kaya,dia berbuat semaunya sendiri, bahkan yang lebih parah lagi dirinya itu menebang semua pohon bambu saya dengan alasan ingin membangun musholla dirumahnya sendir”, Kata Syaiful dengan nada geram.

Sedangkan Kepala Desa (Kades) Gunung Maddah Kec/Kab. Sampang (M. Saleh) sendiri menjelaskan bahwa perselisihan diantara kedua belah pihak itu sudah terjadi sejak H. Subaidi (almarhum) menjabat sebagai kepala desa Gunung Maddah.

“Waktu mendapatkan laporan dari kedua belah pihak tersebut, saya mengatakan kepada mereka agar diselesaikan secara kekeluargaan saja, yakni dengan cara melakukan pengukuran ulang dengan tujuan agar masing-masing kedua belah pihak tersebut dan kedepannya tidak ada lagi perseteruan lagi”, Jelasnya. Rabu (07/10/2020).

“Yang saya sayangkan adalah mereka itu masih ada ikatan saudara, jadi saya selaku kepala desa menghimbau untuk bersikap dewasa tanpa adanya perselisihan yang menimbulkan bentrokan dan saya siap untuk memediasi mereka itu”, Ucapnya.

Selanjutnya M. Saleh berharap kepada warga Gunung Maddah khusususnya terhadap kedua belah pihak ini (Syaiful Anwar dan H. Mugis) agar segera diselesaikan tanpa menimbulkan konflik yang semakin meluas serta berkepanjangan.

“Jika dalam pengukuran tersebut sudah dilakukan. Apabila ada yang kalah maka diharuskan untuk mengalah dan wajib dibongkar sesuai dengan hasil pengukuran dari petugas BPN Sampang, selain itu saya siap akan menjadi saksinya”, Pungkas Kades Gunung Maddah.

Dalam KUHP buku II BAB XXV yaitu perbuatan curang seperti penyerobotan tanah diatur dalam Undang-Undang pasal 385 dengan ancaman hukuman pidana kurungan maksimal 4 tahun penjara.
#(is-one)#

Author: Redaksi ZI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *