Lapas Kelas III Rangkas bitung Lebak Musnahkan Arsip

Zonainvestigasi.com Lebak Banten- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung Kabupaten Lebak Banten laksanakan pemusnahan arsip bersama Sekertariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah Kemenkumham Banten yang berlangsung di Pondok Asimilasi Lapas Kelas III Rangkasbitung. Jumat (9/10/2020).

Kepala Bagian Tata Usaha Kementerian Hukum dan HAM, Alkana Yudha mengantakan bahwa pemusnahan arsip dilakukan sebagai upaya mendukung Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA).

“Jadi berkas-berkas yang telah dikeluarkan, dan disimpan berdasarkan klasifikasinya harus dikelola arsipnya sampai pada proses retensi atau pemusnahan,” katanya.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan bersama teman – teman arsip dari Ditjenpas dan juga bersama-sama menyaksikan pelaksanaan arsip – arsip Fasilitatif dan Substantif Lapas Kelas III Rangkasbitung dengan metode penghancuran menggunakan mesin penghancur.

Lebih lanjut Alkana Yudha menyampaikan bahwa Lapas Rangkasbitung menjadi unit pemasyarakatan pertama di indonesia yang melaksanakan pemusnahan arsip sebagai mana di atur dalam Pelaksanaan UU no. 43 tahun 2009 tentang kearsipan dan PP no 28 tahun 2012 tentang pelaksanan UU no. 43 tahun 2009 tentang kearsipan serta Permenkumham no 54 tahun 2016 tentang Jadwal Retensi Arsip.

“kegiatan pemusnahan ini sangat bagus dan wajib dilakukan secara simultan dan berkelanjutan karena telah diatur dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM, agar kedepannya tidak ada lagi arsip-arsip yang menumpuk didalam “gudang arsip” namun harus “ruang arsip (record centre)” hal ini juga demi terciptanya konsep dari “smart office” karena saat ini semuanya serba ‘paperless’ ” tambahnya.

Berdasarkan hal itu semoga langkah yang telah dilakukan oleh LP kelas III Rangkas bitung ini dapat di ikuti dan dilaksanakan oleh seluruh Lapas dan Rutan lainnya harap Alkana Yudha.

Hal senada juga disampaikan Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung, Budi Ruswanto mengatakan bahwa Lapas Rangkasbitung terus melaksanakan impelementasi pembangunan ZI menuju Wilayah bebas dari Korupsi (WBK) dan menuju Wilayah Birokrasi bersih melayani (WBBM).

“Ya kita terus menuju kearah smart office, sekarang semua serba digital dan IT, harus lebih transparan dan meningkatkan kemudahan pelayanan bagi masyarakat, artinya menciptakan pemerintahan yang efektif dan efisien, harapannya kedepan pengelolan arsip bisa lebih baik, mengurangi penggunaan kertas, kan semua serba paperlase dan elektronik jadi sudah bisa kita minimalkan untuk penambahan arsipnya juga” Pungkas Kalapas.

(Fik)

Author: Redaksi ZI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *