Realisasi Santunan Korban Bencana Dikecamatan Lebak Gedong Diduga Bermasalah

Zonainvestigasi.com Lebak Banten-realisasi santunan bagi korban bencana banjir bandang dan longsor untuk warga desa Banjar sari Kecamatan Lebak gedong Kabupaten Lebak Banten diduga bermasalah, pasalnya puluhan warga korban bencana didesa tersebut tidak terdaptar sebagai korban bencana dan bahkan bantuan diduga tidak tepat sasaran.

Seperti yang diungkapkan oleh Sri Mulyati dan Siti Aisah warga kampung Cinyiru desa Banjar sari setelah rumahnya hancur diterjang longsor awal Januari lalu dan kini ketika warga korban lainnya telah mendapat bantuan Dana Tunggu Harian (DTH) sesuai yang dijanjikan Pemerintah Kabupaten Lebak, saya beserta puluhan warga lainnya yang bernasib sama malah tidak terdaftar.

“Saya sangat bingung dan sedih, karena Rumah saya hancur dan hilang malah tidak terdaftar dan tidak mendapat bantuan dari pemerintah, sementara yang lainnya terdaftar dan mendapat bantuan dari pemerintah”, ungkap keduanya.

Berdasarkan hal itu keduanya menilai bahwa pemerintah tidak adil dan tidak fropesional dalam pendataan para korban bencana sehingga banyak warga korban bencana yang tidak mendapatkan bantuan tersebut.

“Pemerintah tidak adil dan tidak fropesional dalam pendataan tersebut, karena masih banyak warga korban bencana yang rumahnya hilang dan hancur tidak terdata”, ungkap kedua Korban bencana.

Yang paling aneh menurut Siti Aisah adalah bantuan DTH yang diperuntukkan untuknya malah tertukar dengan warga lain yang bukan korban bencana karena nama suaminya yang bernama Husen tertukar dengan nama lain yaitu Kusen, mirip nama suaminya sehingga bantuannya itu diterima oleh warga lain.

“Tidak tepat sasaran akibat salah dalam pendataan itu terjadi pada saya, hanya karena nama suami mirip dengan nama orang lain sehingga bantuannya diterima oleh orang lain”, tambah Siti Aisah.

Berdasarkan hal itu dan sangat berharganya bantuan DTH sebesar Rp.3000.000. Juta rupiah baginya, ia meminta pemerintah kabupaten Lebak agar adil dan memberikan bantuan kembali untuk warga korban bencana yang belum mendapatkan bantuan sehingga kami tidak merasa diperlakukan seperti di anak tirikan oleh pemerintah.

“Bantuan sebesar itu sangat berharga bagi kami untuk mengganti terpal plastik rumah sementara kami, dan pemerintah Kabupaten Lebak harus adil”, pungkasnya.

Nasib yang sama juga dialami Ribut warga kampung Sigobang desa Banjar sari, dia merasa pemerintah kabupaten Lebak tidak adil karena masih banyak warga korban bencana termasuk dirinya yang kehilangan rumah tidak terdata dan mendapatkan bantuan DTH.

“Saya rasa ini tidak adil, karena saya juga kehilangan rumah tapi saya tidak terdata dan mendapatkan bantuan dari pemerintah, waktu itu termasuk saya yang mengungsi ke Puslatpur Ciuyah,” ungkapnya.

Berdasarkan hal itu ia meminta Bupati Lebak Hj.Iti Oktavia segera kembali mendata warga korban bencana yang tidak terdata dan mendapatkan bantuan agar dirasa adil oleh kami pungkasnya.

(Fik).

Author: Redaksi ZI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *