Warga Ds. Bato Karang Kec. Camplong Kecewa dengan Pekerjaan Plengsengan Yang Diduga Asal Jadi

Spg.zonainvestigasi.com – Terkait dengan program Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) yang merupakan salah satu program dari DPRD Kab. Sampang yakni kegiatannya berupa pembangunan/rehabilitasi kelengkapan jalan dan jembatan dengan pekerjaan Plengsengan jalan poros desa Batokarang – Rabasan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang.

Adapun dana kegiatan pekerjaan itu sendiri berasal dari program Jasmas melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kab. Sampang melalui Dana Alokasi Umum (DAU),sedangkan yang melakukan program tersebut adalah ‘CV. Janur Kuning’ dengan nilai kontrak sebesar 149.000.000 juta rupiah dan panjang sekitar 200 meter.

Salah seorang warga Dusun Karang Sambih yang enggan disebutkan namanya mengatakan kalau plengsengan itu seakan-akan asal cepat selesai dan kurang memperhatikan kwalitas maupun kwantitasnya.

“Kebetulan proyek plengsengan ini tepat berada didepan rumah saya.
Setelah saya perhatikan ternyata campuran bahan pasirnya selain menggunakan pasir hitam, juga memakai campuran pasir putih, padahal yang saya tau pasir putih (lokal) itu mengandung zat kapur, sehingga pasir tersebut tidak mengandung unsur besi atau magnet seperti pasir hitam”, Ujarnya.

“Akibat memakai campuran pasir putih tersebut, baru kemarin pekerjaan itu selesai sudah banyak yang retak-retak ,gimana mau bertahan lama, oleh karena itu saya kira dalam beberapa bulan kedepan plengsengan ini sudah banyak yang ambruk.
Selain itu, pengerjaan proyek ini dalam tahap finishing masih banyak lapisan luarnya yang belum diolesi semen sehingga kalau dilihat proses pengerjaannya terkesan asal-asalan”, Ungkapnya.

“Saya juga melihat struktur pengerjaannya lebih tinggi plengsengan itu daripada jalan porosnya, sehingga nanti jika musim hujan tiba airnya akan menggenangi jalan tersebut dan akibatnya akan mengganggu pengendara maupun pejalan kaki yang sedang melintas”, Ucapnya.

Seorang pekerjanya bernama Hasan menjelaskan bahwa program Jasmas tersebut ia dapat dari salah satu anggota DPRD Kab. Sampang dengan anggaran senilai Rp. 149.000 000,-.

“Proyek ini punyanya anggota dewan, kami hanya mengerjakannya sesuai dengan anggaran yang ada.
Adapun panjangnya lebih dari 400 meter dan kami merasa dikerjakan dengan benar, karena disesuaikan dengan RAB yang sudah ada”, Jelasnya.

Dirinya juga menerangkan kalau bahan-bahan materialnya sesuai dengan aturan semua, misalkan pasirnya menggunakan pasir jawa atau pasir hitam, sedangkan campuran semen dengan pasir yakni 1 :4 .

Akan tetapi diwaktu jurnalis zonainvestigasi.com biro Sampang melakukan survey ke lokasi ternyata panjang dari plensengan tersebut diperkirakan hanya sekitar 200 meter saja, sedangkan penggunaan bahan material pasirnya sebagian menggunakan campuran pasir putih dengan petunjuk bukti plengsengan itu sendiri agak berwarna putih dan disekitar lokasi pengerjaan banyak tersebar pasir batu (sertu) putih atau material lokal.
#(is-one)#

Author: Redaksi ZI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *