Ibu Hamidah Bersama Anak Yatim Tinggal di RTLH, Akhirnya Punya Rumah Idaman
PAMEKASAN, Zonainvestigasi.com
Ibu Hamidah seorang janda bersama seorang anak yatim dulunya tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH) di Dusun Pandan Desa Panglegur Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan, saat ini sudah bisa tinggal dengan nyaman di rumah idamannya setelah mendapat bantuan dari hamba Alloh merenovasi rumahnya. Jumat (26 Juli 2024).
Dengan perasaan bahagia, Ibu Hamidah mengucapkan terimakasih kepada Ikatan Wartawan Online (IWO) Pamekasan yang sudah mengawal dan membantu dirinya untuk mewujudkan rumah yang layak huni. Saat ini ketika hujan dan angin ia tak lagi harus menumpang kerumah warga sekitar.
Janda yang tinggal dengan seorang anak yatim ini, tak henti berucap syukur bahagia atas rumahnya yang sudah direnovasi.
“Banyak-banyak terimakasih kepada IWO Pamekasan yang sudah membantu dan mengawal dari awal sehingga apa yang menjadi angan-angan dan do’a ku selama ini akhirnya terwujud juga”,Ucapnya.
Selain itu, dia juga sangat berterimakasih kepada hamba Allah yang namanya tidak mau disebutkan, karena telah membantu merenovasi rumah reyot nya menjadi rumah yang ia idamkan selama ini, sembari menangis haru dan bahagia.
Sementara, Ketua IWO Pamekasan Diyah Heny mengungkapkan, bahwa renovasi rumah yang saat ini ditempati oleh Ibu Hamidah dan anak yatimnya adalah murni bantuan dari perseorangan yang tidak mau disebutkan namanya.
“Alhamdulillah atas usaha kita semua, teman-teman media terutama pengurus dan anggota IWO Pamekasan yang turut mempublikasikan akhirnya membuahkan hasil, ada hamba Allah yang menanggung renovasi rumah Ibu Hamidah”, jelasnya.
Heny juga mengatakan bahwa besaran anggaran yang diperuntukkan untuk merenovasi rumah tersebut sebesar 60 juta rupiah.
“Anggarannya 60 juta, bahkan saat ini juga sedang di urus KK-nya untuk didaftarkan pemasangan listrik, karena rumah lama Bu Hamidah selain reyot juga tidak ada penerangan sama sekali”, tegas Heny.
Pihaknya berharap, Pemerintah Kabupaten Pamekasan juga bisa bertindak cepat dalam menangani kasus serupa, sebab menurutnya berdasarkan temuan dibawah masih cukup banyak rumah yang tidak layak huni yang benar-benar membutuhkan bantuan dari pemerintah.
“Di kami masih ada 20 data rumah tidak layak huni yang InsyaAllah akan diusahakan dan diusulkan kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan agar bisa mendapatkan program RTLH”, pungkasnya. (M/din)

