Angka Kejahatan di Malang Turun Signifikan, Kapolres Sebut Sinergi dan Partisipasi Warga Jadi Kunci

Malang zonainvestigasi.com senin 12/1/2026
Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Malang menunjukkan tren positif sepanjang 2025.

Berdasarkan data resmi rilis akhir tahun dari Polresta Malang Kota, jumlah gangguan keamanan yang masuk laporan turun drastis dibanding tahun sebelumnya, mencerminkan keberhasilan strategi penanganan kriminalitas yang diterapkan aparat.

Statistik Penurunan Kejahatan
Menurut data resmi Polresta Malang Kota:
Sepanjang 2025, tercatat 1.364 kejadian gangguan kamtibmas, turun 41,71% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 2.340 kejadian.

Dari jumlah itu, 1.049 kasus merupakan tindakan kriminal, termasuk pencurian dan kejahatan jalanan.

Rinciannya juga menunjukkan tingkat penyelesaian perkara mencapai 114%, meningkat dari 103% tahun sebelumnya.
Angka risiko kejahatan di wilayah hukum Polresta Malang Kota bahkan berada pada 78 orang per 100.000 penduduk,

dengan rata-rata waktu terjadinya kejahatan setiap 8 jam 21 menit
Kata Kapolres Malang,

Kapolres Malang Kombes Pol Nanang Haryono, mengatakan bahwa capaian ini bukan sekadar angka statistik, tetapi buah dari kerjasama semua pihak aparat penegak hukum, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga warga.

Penurunan jumlah gangguan kamtibmas ini menunjukkan situasi Kota Malang semakin aman dan kondusif, Ini bukan kerja Polri sendirian, tetapi hasil sinergi kuat antara TNI-Polri, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga,” ujar Kapolres Malang dalam konferensi pers akhir tahun.

Ia menambahkan bahwa peningkatan patroli, penguatan intelijen lokal, dan pendekatan humanis turut membantu menekan angka kriminalitas sepanjang 2025.
“Kami terus mengedepankan langkah preventif dan penegakan hukum yang tegas namun berkeadilan, sehingga masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa takut,” tegasnya.

Fokus Penanganan
Selain penurunan angka kejahatan, penegakan hukum Polresta Malang Kota juga mencatat:
426 laporan baru tindak pidana sepanjang tahun, dengan 487 kasus berhasil diselesaikan melalui penyelidikan yang cepat dan tuntas.

Kejahatan jalanan, pencurian, dan kejahatan konvensional tetap menjadi fokus utama penanganan,
Harapan Menuju 2026
Penurunan ini diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat keamanan di tingkat lokal, sekaligus meningkatkan rasa nyaman dan aman bagi warga Malang dalam menjalani aktivitas sehari-hari. ( Zhr )