
Cemburu Membara, Nyawa Melayang! Bidan RSUD Besuki Diduga Dihabisi Suami Sendiri, Jasad Dibuang ke Drainase
SITUBONDO, Zonainvestigasi.com – Misteri penemuan jasad seorang bidan di saluran drainase Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, akhirnya terkuak senin 8 juni 2026.
Di balik kematian tragis Murtafia Rafika Devi (34), seorang bidan yang mengabdikan hidupnya untuk melayani masyarakat, tersimpan fakta mengejutkan yang mengguncang publik.
Polisi mengungkap bahwa pelaku pembunuhan diduga adalah suaminya sendiri.
Kasus ini terungkap setelah pria berinisial ARH (32) mendatangi aparat kepolisian dan mengakui telah menghabisi nyawa istrinya.
Pengakuan tersebut langsung mengarahkan petugas ke lokasi tempat jasad korban dibuang.
Warga yang sebelumnya dihebohkan dengan penemuan mayat di saluran air pun dibuat semakin terkejut ketika mengetahui pelaku diduga merupakan orang terdekat korban.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, motif pembunuhan diduga dipicu rasa cemburu yang memuncak hingga berujung pada aksi brutal.
Dalam kondisi emosi yang tidak terkendali, pelaku diduga melakukan kekerasan terhadap korban hingga menyebabkan perempuan tersebut kehilangan nyawanya.
Korban yang sehari-hari bertugas sebagai bidan di RSUD Besuki dikenal sebagai sosok yang ramah dan berdedikasi dalam menjalankan profesinya.
Karena itu, kabar kematiannya sontak menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan masyarakat yang mengenalnya.
Setelah memastikan korban meninggal dunia, pelaku diduga berupaya menghilangkan jejak dengan membuang jasad korban ke saluran drainase. Namun upaya tersebut tidak mampu menutupi peristiwa sebenarnya.
Pengakuan pelaku akhirnya membuka tabir kasus yang sempat menyelimuti kematian korban.
Saat ini, Satreskrim Polres Situbondo masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk menggali kronologi lengkap serta motif yang melatarbelakangi aksi pembunuhan. Polisi juga tengah melengkapi alat bukti untuk proses hukum lebih lanjut.
Tragedi ini menjadi peringatan bahwa kecemburuan yang tidak terkendali dapat berubah menjadi tindakan kriminal yang merenggut nyawa.
Di balik hubungan rumah tangga yang tampak biasa, terkadang tersimpan konflik yang berujung pada peristiwa tragis dan tidak terbayangkan.
Masyarakat kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum agar kasus ini dapat diusut secara tuntas dan memberikan keadilan bagi korban yang nyawanya harus berakhir secara tragis di tangan orang yang selama ini menjadi pendamping hidupnya.
(Reporter Slamet)
Di balik kematian tragis Murtafia Rafika Devi (34), seorang bidan yang mengabdikan hidupnya untuk melayani masyarakat, tersimpan fakta mengejutkan yang mengguncang publik.
Polisi mengungkap bahwa pelaku pembunuhan diduga adalah suaminya sendiri.
Kasus ini terungkap setelah pria berinisial ARH (32) mendatangi aparat kepolisian dan mengakui telah menghabisi nyawa istrinya.
Pengakuan tersebut langsung mengarahkan petugas ke lokasi tempat jasad korban dibuang.
Warga yang sebelumnya dihebohkan dengan penemuan mayat di saluran air pun dibuat semakin terkejut ketika mengetahui pelaku diduga merupakan orang terdekat korban.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, motif pembunuhan diduga dipicu rasa cemburu yang memuncak hingga berujung pada aksi brutal.
Dalam kondisi emosi yang tidak terkendali, pelaku diduga melakukan kekerasan terhadap korban hingga menyebabkan perempuan tersebut kehilangan nyawanya.
Korban yang sehari-hari bertugas sebagai bidan di RSUD Besuki dikenal sebagai sosok yang ramah dan berdedikasi dalam menjalankan profesinya.
Karena itu, kabar kematiannya sontak menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan masyarakat yang mengenalnya.
Setelah memastikan korban meninggal dunia, pelaku diduga berupaya menghilangkan jejak dengan membuang jasad korban ke saluran drainase. Namun upaya tersebut tidak mampu menutupi peristiwa sebenarnya.
Pengakuan pelaku akhirnya membuka tabir kasus yang sempat menyelimuti kematian korban.
Saat ini, Satreskrim Polres Situbondo masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk menggali kronologi lengkap serta motif yang melatarbelakangi aksi pembunuhan. Polisi juga tengah melengkapi alat bukti untuk proses hukum lebih lanjut.
Tragedi ini menjadi peringatan bahwa kecemburuan yang tidak terkendali dapat berubah menjadi tindakan kriminal yang merenggut nyawa.
Di balik hubungan rumah tangga yang tampak biasa, terkadang tersimpan konflik yang berujung pada peristiwa tragis dan tidak terbayangkan.
Masyarakat kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum agar kasus ini dapat diusut secara tuntas dan memberikan keadilan bagi korban yang nyawanya harus berakhir secara tragis di tangan orang yang selama ini menjadi pendamping hidupnya.
(Reporter Slamet)

