
Sampang (zonainvestigasi.com) – Menjelang Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026, alih-alih bicara seremoni dan prestasi, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Sampang justru membuka borok internal dunia pendidikan:
kualitas guru dinilai masih jauh dari kata layak.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dispendik Sampang, M. Yusuf, S.Pd., secara blak-blakan menyebut kondisi literasi guru saat ini memprihatinkan dan menjadi penghambat utama peningkatan mutu pendidikan.
Ironisnya, di tengah gencarnya program kurikulum Deep Learning dari pemerintah pusat, para guru sebagai ujung tombak justru dinilai belum siap, bahkan belum memahami peran dasarnya sendiri.
“Data internal kami menunjukkan, pemahaman guru terhadap tugas pokok dan fungsinya baru di angka 50 persen.
Ini jelas alarm keras bagi dunia pendidikan kita,” tegas Yusuf, Kamis (16/04/2026).
Tak berhenti di situ, Yusuf juga menyentil keras rendahnya budaya membaca di kalangan pendidik yang selama ini luput dari sorotan.
“Ini bukan lagi soal siswa. Gurunya saja tidak terbiasa membaca.
Coba tanya, berapa buku yang mereka baca tiap bulan? Jawabannya hampir nihil,” sentilnya tajam.
Kondisi ini dinilai menjadi akar stagnasi kualitas pendidikan di Sampang.
Guru yang minim literasi dianggap sulit beradaptasi, apalagi mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan yang terus bergerak cepat.
“Bagaimana mau mencetak siswa berkualitas kalau gurunya sendiri miskin literasi?” ujarnya tanpa basa-basi.
Yusuf juga mengkritik pola peningkatan kapasitas guru yang selama ini dinilai salah arah—terlalu fokus pada teknis, tapi abai pada pembentukan kesadaran dan mentalitas belajar.
“Pelatihan teknis tidak akan banyak berarti kalau mindset gurunya tidak berubah. Yang kita butuhkan sekarang adalah kesadaran, bukan sekadar formalitas,” tandasnya.
Dispendik Sampang pun berharap Hardiknas 2026 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum “titik nol”
untuk membenahi mentalitas pendidik yang dinilai mulai jauh dari semangat belajar.
“Kalau kondisi ini terus dibiarkan, jangan berharap kualitas pendidikan kita akan naik.Justru bisa makin tertinggal,” pungkasnya.
(Reporter: Is-One)

