Bupati Sampang Turun Langsung ke Unair, Saksikan Perjuangan Dirut Bank Sampang Raih Gelar Doktor
Surabaya.(zonainvestigasi.com) – Prestasi akademik putra daerah kembali mengharumkan nama Kabupaten Sampang. Direktur Utama Bank Sampang, Syaifullah Asyik, SE, menjalani Ujian Doktor Terbuka Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi Islam Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Senin (05/10/2026).
Yang membuat momen tersebut semakin istimewa, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi hadir langsung menyaksikan perjuangan Syaifullah Asyik dalam menempuh pendidikan doktoral di salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia tersebut.
Ujian doktoral berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya.
Syaifullah Asyik tercatat sebagai mahasiswa Program Doktor dengan NIM 344231004.
Kehadiran Bupati Sampang tidak sendiri.
Sejumlah tokoh dan pejabat asal Kabupaten Sampang turut memberikan dukungan secara langsung, di antaranya Ketua DPRD Sampang H. Rudy Kurniawan, anggota DPRD Alan Kaisan, Direktur PDAM Amin Arif Tirtana, Dir Ops GSM Abd Muhlis, Direktur SSS Hj. Insiyatun, SE, serta Ketua AJP Jakfar Sodik.
Deretan tokoh tersebut hadir bukan sekadar menyaksikan prosesi akademik, tetapi sekaligus memberikan penghormatan dan dukungan terhadap perjuangan putra daerah yang terus meningkatkan kapasitas keilmuan di tengah kesibukannya mengemban tanggung jawab sebagai pimpinan Bank Sampang.
Ilmu Harus Kembali untuk Masyarakat
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan apresiasi atas perjuangan Syaifullah Asyik menyelesaikan pendidikan hingga jenjang doktoral.
Menurutnya, pendidikan tinggi bukan hanya tentang pencapaian gelar, melainkan bagaimana ilmu yang diperoleh mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Pendidikan merupakan bagian penting dalam membangun serta mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Tentunya, kami memberikan apresiasi dan dukungan terhadap putra-putri Sampang yang berprestasi dan terus meningkatkan kapasitas serta keilmuannya,” ujar H. Slamet Junaidi.
Ia berharap pencapaian tersebut tidak berhenti menjadi kebanggaan pribadi, tetapi dapat menjadi energi positif bagi Kabupaten Sampang, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan sektor ekonomi.
Dirut Bank Sampang: Ini Bukan Akhir, tetapi Tanggung Jawab Baru
Sementara itu, Syaifullah Asyik, SE mengungkapkan bahwa Ujian Doktor Terbuka merupakan bagian penting dari perjalanan panjang yang telah dilaluinya selama menempuh pendidikan di Universitas Airlangga.
Dengan latar belakang sebagai pimpinan Bank Sampang dan mengambil bidang Ilmu Ekonomi Islam, ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama menjalani pendidikan dapat diterapkan dan memberikan manfaat lebih luas.
“Momen ini merupakan bagian dari proses panjang yang saya jalani.
Oleh sebab itu, saya secara pribadi berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat memberikan manfaat yang baik dalam pengembangan ilmu pendidikan, terutama bagi masyarakat Sampang tercinta,” ungkapnya.
Menurut Syaifullah, perjalanan menyelesaikan pendidikan doktoral membutuhkan proses, ketekunan, disiplin, serta komitmen yang kuat. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya.
Ia menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti di ruang akademik.
Sebaliknya, ilmu tersebut harus mampu diterjemahkan menjadi gagasan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dari Kampus untuk Sampang
Ujian doktoral Syaifullah Asyik di Unair sekaligus menjadi gambaran bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab profesional.
Sebagai Direktur Utama Bank Sampang, capaian akademik tersebut diharapkan semakin memperkuat kapasitas kepemimpinan dan pemikiran strategis dalam mengembangkan sektor ekonomi, khususnya ekonomi yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Dukungan langsung Bupati Sampang bersama sejumlah tokoh daerah juga menjadi pesan kuat bahwa prestasi akademik putra daerah merupakan aset penting bagi masa depan Sampang.
Syaifullah Asyik kini berada pada fase penting perjalanan akademiknya.
Gelar doktor bukan sekadar simbol pencapaian, tetapi sekaligus membawa tanggung jawab baru untuk mengabdikan ilmu dan pengalaman bagi kemajuan daerah.
(is-one)

