Tragedi di Jalur Maut Taddan–Camplong: Truk Fuso Gilas Ibu Hamil 4 Bulan, Tewas Seketika

zonainvestigasi.com

Sampang (zonainvestigasi.com) – Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut nyawa di ruas Jalan Raya Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang—jalur yang kerap dijuluki “jalur maut”. Kali ini, korban adalah seorang ibu muda yang tengah mengandung.

Korban diketahui bernama Septi Aisyah (28), warga Desa Tamba’an, Kecamatan Camplong. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian usai terlibat kecelakaan tragis dengan sebuah truk Fuso pada Sabtu sore (11/04/2026).

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban mengendarai sepeda motor Honda Beat putih bernopol M 6401 NK, melaju dari arah barat ke timur usai pulang bekerja sebagai perawat di Klinik Qona’ah Sampang.

Saat itu, korban membonceng anaknya yang masih berusia 3 tahun.

Diduga, konsentrasi korban terganggu karena sang anak yang duduk di bagian depan motor terus bergerak.

Akibatnya, kendaraan yang dikendarainya oleng dan hilang kendali hingga terjatuh ke badan jalan.

Naas, pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju truk Fuso hijau bernopol T 9032 AA yang dikemudikan Wahyu Nugroho (38), warga Mojokerto.

Truk tersebut diduga tidak sempat menghindar dan langsung melindas korban yang terjatuh di jalurnya.

Benturan keras tak terhindarkan. Korban mengalami luka parah di bagian kepala, patah kaki kanan, serta jari tangan terputus.

Ia dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara itu, anak korban yang masih balita selamat setelah terpental cukup jauh dari titik kecelakaan.

Meski demikian, kondisi anak tersebut dilaporkan mengalami syok dan saat ini masih dalam penanganan medis.

Salah seorang saksi mata di lokasi menyebutkan bahwa kecelakaan terjadi begitu cepat.

“Korban jatuh karena hilang kendali, kemungkinan terganggu anaknya yang banyak bergerak.

Saat itu langsung tertabrak truk dari arah berlawanan,” ujarnya.

Mendapat laporan warga, petugas Satlantas Polres Sampang segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah TKP. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD dr.

Mohammad Zyn Sampang, sementara kendaraan yang terlibat langsung diamankan guna menghindari kemacetan.

Tragedi ini semakin menyayat hati setelah diketahui bahwa korban sedang hamil 4 bulan.

“Saya sangat terpukul, karena almarhumah sedang mengandung anak keduanya,” ungkap salah satu kerabat korban dengan suara bergetar.

Direktur Klinik Qona’ah, dr. Hendri, turut membenarkan kabar duka tersebut.

Ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya salah satu tenaga medisnya.

“Kami keluarga besar Klinik Qona’ah sangat berduka.

Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras akan tingginya risiko kecelakaan di jalur Taddan–Camplong, yang membutuhkan perhatian serius dari pihak terkait untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. ( Is – one )