Imtihan TPQ Al Musyawarah Sidotopo Dipimpin Ustad Saiful Bahar, Dorong Penguatan Pendidikan Al-Qur’an di Lingkungan Perkotaan

zonainvestigasi.com

SURABAYA – zonainvestigasi.com
TPQ Al Musyawarah yang berada di wilayah Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Surabaya, menggelar kegiatan Imtihan (ujian dan evaluasi santri) pada Sabtu, 7 Februari 2026, pukul 06.30 WIB.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ustad Saiful Bahar dan diikuti oleh seluruh santri TPQ Al Musyawarah.

Imtihan ini menjadi momentum penting bagi lembaga pendidikan nonformal keagamaan di tengah lingkungan perkotaan padat penduduk, yang selama ini memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an, pembinaan akhlak, serta kedisiplinan belajar anak-anak.

Pelaksanaan imtihan meliputi uji kemampuan membaca Al-Qur’an, tajwid dasar, hafalan surat-surat pendek, doa-doa harian, serta pemahaman materi keislaman dasar.

Seluruh santri diuji secara langsung di hadapan para ustadz dan ustadzah sebagai bentuk pertanggungjawaban proses pembelajaran yang telah berlangsung selama satu periode.

Menurut Ustad Saiful Bahar, imtihan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sarana evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pembelajaran di TPQ.

“Imtihan ini menjadi alat ukur sejauh mana santri memahami Al-Qur’an dan materi keislaman. Dari sini kami juga mengevaluasi metode pengajaran para pengajar, sekaligus memetakan kebutuhan pembinaan santri ke depan,” tegas Ustad Saiful Bahar di sela kegiatan.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberadaan TPQ di wilayah Sidotopo memiliki peran strategis dalam menjaga generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan, terutama di kawasan perkotaan yang sangat terbuka terhadap berbagai arus informasi dan pergaulan bebas.

Selain pelaksanaan ujian, kegiatan imtihan TPQ Al Musyawarah juga dimeriahkan dengan penampilan tarian santri serta lomba cerdas cermat. Kedua kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, namun juga dirancang sebagai media pembelajaran yang menumbuhkan kepercayaan diri, kerja sama tim, serta kecakapan berpikir cepat dan tepat.

Lomba cerdas cermat diisi dengan pertanyaan seputar pengetahuan dasar agama Islam, hafalan surat pendek, serta pengetahuan umum yang relevan dengan dunia anak.

Sementara penampilan tarian santri menjadi wadah ekspresi seni yang dikemas secara islami, tanpa menghilangkan nilai kesopanan dan edukatif.

Panitia pelaksana menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menyeimbangkan antara pembinaan akademik keagamaan dan pengembangan karakter santri.

“Anak-anak tidak hanya dituntut mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga berani tampil, mampu bekerja sama, dan memiliki mental percaya diri,” ujar salah satu pengajar TPQ Al Musyawarah.

Kegiatan imtihan ini juga dihadiri oleh para wali santri yang turut memberikan dukungan langsung kepada putra-putri mereka.

Kehadiran orang tua dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan pendidikan di TPQ, mengingat proses pembinaan akhlak dan kebiasaan ibadah tidak dapat hanya dibebankan kepada lembaga pendidikan semata.

Dalam konteks pendidikan keagamaan di tingkat masyarakat, TPQ Al Musyawarah dinilai konsisten menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan dasar keislaman.

Di tengah keterbatasan sarana dan minimnya dukungan pembiayaan, lembaga ini tetap berupaya menjaga kualitas pembelajaran dan kesinambungan kegiatan.

Ustad Saiful Bahar juga berharap adanya perhatian yang lebih besar dari berbagai pihak, baik masyarakat sekitar maupun pemangku kebijakan, terhadap keberadaan TPQ sebagai garda terdepan pendidikan Al-Qur’an di tingkat kelurahan.

“TPQ adalah pondasi awal pembentukan karakter anak. Jika pondasi ini kuat, maka akan berdampak langsung pada kualitas generasi di masa depan,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya imtihan ini, TPQ Al Musyawarah Sidotopo menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mencetak generasi Qur’ani, berakhlak mulia, serta mampu beradaptasi secara positif di tengah dinamika kehidupan masyarakat perkotaan. ( Red )