Jadi Sorotan, Anggaran Mega Proyek Di Dalpenang – Kab. Sampang Rp. 2,5 M Progres Pekerjaan Masih 15 Persen
Sampang.(zonainvestigasi.com) – Mega proyek pembangunan lapangan sepakbola di Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang yang menelan anggaran sebesar Rp 2,5 Miliar, kini menjadi perhatian serius dari Pemerintah Daerah dan masyarakat.
Hingga saat ini, progres pekerjaan yang seharusnya sudah mendekati setengah jalan itu, pekerjaannya masih baru mencapai 15 persen, meski kontrak kerja telah berjalan selama 25 hari dari total yang disepakati 60 hari pelaksanaan.
Dengan sisa waktu 35 hari tersebut kekhawatiran publik atas penyelesaian proyek tepat waktu dan kualitas semakin meningkat.
Proyek ini dilaksanakan oleh CV. IKA Mulya Cipta Mandiri dari Jember, dengan leading sektor dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang. Berdasarkan kontrak, proyek tersebut dijadwalkan selesai pada tanggal 23 Desember 2024, namun pantauan jurnalis Zona Investigasi.com biro Sampang di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas baru mencapai tahap pengurugan tanah.
Saat meninjau lokasi proyek lapangan sepakbola, Jalan Imam Bonjol Kelurahan Dalpenang Kecamatan/Kabupaten Sampang, dengan ditemani Kepala Disporabudpar (Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata) Kabupaten Sampang, H. Marnilem , S.Pd, Pj Bupati Sampang, Rudy Afriyanto memberikan arahan tegas kepada kontraktor untuk segera mengejar ketertinggalannya. Rabu (20/11/2024)
“Kontraktor wajib menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal dan kualitas yang telah disepakati.
Jika proyek tidak selesai tepat waktu dan tepat kualitas, maka kontrak akan diputus. Jaminan pelaksanaan akan disita untuk negara”, tegasnya.
Diharapkan masyarakat terus mengawasi proyek ini agar berjalan sesuai aturan dan tidak mengorbankan kualitas pekerjaan hanya demi mengejar waktu. Disporabudpar diminta lebih aktif memastikan pelaksanaan proyek tetap sesuai standar.
“Dari sisa waktu hanya tinggal 35 hari,
kami meminta pelaksana proyek untuk segera mempercepat pengerjaan tanpa mengurangi kualitas, agar masyarakat dapat segera memanfaatkan fasilitas ini”, ungkapnya.
Jika keterlambatan ini tidak segera diatasi, sejumlah risiko dapat muncul, seperti;
- Fasilitas olahraga yang diharapkan tidak bisa digunakan tepat waktu oleh masyarakat.
- Potensi sanksi berupa denda keterlambatan hingga penyitaan jaminan pelaksanaan yang dapat membebani pihak kontraktor.
- Kepercayaan publik terhadap pengelolaan proyek oleh pemerintah daerah dapat terganggu.
Ahmad, salah seorang warga Kelurahan Dalpenang berharap agar proyek tersebut dapat selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi.
“Kami ingin fasilitas ini segera selesai karena sangat penting untuk kegiatan olahraga di sini”, katanya.
Diharapkan pelaksana proyek segera mengambil langkah konkret untuk mengejar ketertinggalan.
Kerja keras dan sinergi antara pemerintah daerah, kontraktor serta masyarakat diperlukan agar pembangunan lapangan sepakbola ini selesai sesuai target dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kabupaten Sampang.
#(is-one)#

