Sewindu Jalan Poros Desa Penghubung Rabesan Dan Banyu Kapah Kec. Kedungdung Rusak Parah
Sampang.(zonainvestigasi.com) – Pembangunan infrastruktur merupakan bagian penting serta menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang, karena dengan infrastruktur yang baik maka secara otomatis juga bisa dapat meningkatkan taraf hidup perekonomian rakyat terutama masyarakat desa yang mayoritas sebagai petani.
Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang di kepemimpinan H. Slamet Junaidi lima tahun yang lalu sudah banyak melakukan berbagai inovasi serta perubahan positif khususnya pembangunan infrastruktur sarana jalan desa yang dulunya cepat rusak serta tidak bertahan lama karena pekerjaannya menggunakan bahan aspal (lapen), tapi sejak kepemimpinannya Bupati Sampang atau yang akrab disapa H. Idi itu memerintahkan ikepada instansi terkait agar dulunya jalan menggunakan aspal diganti dengan jalan rabat beton hingga ke pelosok desa.
Pembangunan infrastruktur jalan sampai ke daerah-daerah pelosok yang digenjot oleh pemerintah daerah tersebut sekarang sudah dirasakan oleh masyarakat Sampang, akan tetapi masih saja ada jalan yang luput dari perhatian pemerintah, salah satunya adalah jalan poros desa yang menghubungkan antara Desa Rabesan dengan Desa Banyu Kapah Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang.
Dari pantauan jurnalis Zona Investigasi.com biro Sampang di lapangan bahwa jalan poros desa tersebut panjangnya berkisar antara 3 – 4 Km sedangkan lebar 3,5 meter.
Sepanjang jalan itu sekitar 70 persen mengalami kerusakan dan paling parah terletak di Desa Rabesan.
Darussalam salah seorang warga Dusun Rabesan Barat Desa Rabesan mengatakan bahwa jalan poros desa itu yang rusak paling parah kurang lebih sepanjang 500 – 1.000 meter. Kamis (27/02/2025).
“Lima tahun yang lalu (1999/2000) kondisinya jalan ini sudah mengalami kerusakan dan hingga saat ini masih mendapat perhatian dari pihak pemerintah daerah.
Saya pribadi belum paham, jalan rusak parah ini sudah diajukan oleh pihak Pemerintah Desa Rabesan apa belum”, katanya dengan nada tanya.
Kemudian Darus yang juga menjabat sebagai Ketua BPD Rabesan lagi setahun lalu itu menambahkan bahwa dirinya banyak mengetahui tentang perkembangan maupun pembangunan di desanya.
“Kalau sebelum tahun terakhir ini saya tidak mengetahui sama sekali tentang perkembangan maupun proses pembangunan di wilayah sini, padahal saya menjabat sebagai Ketua BPD akan tetapi tidak pernah diberi peran maupun urun rembuk oleh Pemdes Rabesan, istilahnya sebagai pelengkap saja”, imbuhnya sambil tersenyum.
“Sebelumnya kami selaku warga sekaligus tokoh masyarakat di Desa Rabesan mengucapkan selamat dan sukses kepada Bupati dan Wakil Bupati Sampang terpilih H. Slamet Junaidi dan KH. Achmad Mahfudz periode 2025 – 2030, kami berharap pada tahun 2025 ini yaknidi awal kepemimpinannya agar selalu tetap memperhatikan masyarakat Sampang, terutama sektor pendidikan serta kesehatan dan yang terpenting itu adalah infrastruktur sarana jalan khususnya di Desa Rabesan yang sampai saat ini ini masih belum tersentuh pembangunannya”, tutur Darus.
“Dari sembilan dusun yang masuk wilayah Desa Rabesan kesemuanya itu kondisi jalannya rusak parah apalagi di musim penghujan sulit dilalui oleh warga setempat karena jalannya selain berlumpur juga sangat licin sehingga tidak sedikit dan banyak pengendara maupun warga yang jatuh dari kendaraannya akibat tergelincir.
Oleh sebab itu, saya menginginkan supaya jalan disini apabila dibangun agar di rabat beton cor sehingga tidak cepat rusak parah seperti sekarang.
Mari kita ciptakan Sampang hebat bermartabat lebih baik lagi dari sebelumnya dengan cara pembangunan baik ekonomi ataupun infrastruktur yang merata”, pungkasnya.
#(is-one)#

