KH. Achmad Mahfudz Siddiq AQ Pimpin FKP Ranwal RPJMD Th. 2025 – 2029 Dan Musrenbang RKPD Kab Sampang Th. 2026
Sampang.(zonainvestigasi.com) – Setelah menggelar Musrenbangcam di 14 kecamatan se Kabupaten Sampang, kemudian dilanjutkan dengan Musrenbang tingkat Kabupaten Sampang yang di gelar di Pendopo Trunojoyo yang beralamat di Jalan Wijaya Kusuma Sampang. Selasa (19/03/2025).
Ketua panitia pelaksana melaporkan bahwa Musrenbang dihadiri oleh Wakil Bupati Sampang, KH. Mahfudz AQ, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, drs Yuliadi Setyawan, S.Sos, seluruh anggota DPRD Sampang, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sampang, seluruh unsur pimpinan Forkopimda, Kepala OPD se Kabupaten Sampang, Ketua BAZNAS, perwakilan dar Pemerintah Propinsi Jawa Timur, Kepala Bakorwil IV Pamekasan Madura, perwakilan akamedisi, perwakilan dari BUMN, BMUD dan perbankan, perwakilan Asosiasi profesi, perlindungan anak, camat se Kabupaten Sampang, alim ulama, tokoh masyarakat, rekan-rekan Lembaga Swadaya Masyarakat dan juga rekan-rekan media serta tamu undangan lainnya.
Sedangkan Wakil Bupati Sampang, KH. Mahfudz Siddiq AQ menyampaikan bahwa Forum Komunikasi Publik (FKP) Rancangan Awal (Ranwal) RPJMD Kabupaten Sampang Th 2025 – 2029 merupakan wadah bagi semua untuk mendiskusikan arah pembangunan jangka menengah daerah.
“RPJMD ini merupakan pedoman menjalankan visi misi Kabupaten Sampang selama lima tahun ke depan.
Sementara Musrenbang RKPD kita ketahui bersama merupakan salah satu tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah untuk menyelaraskan usulan masyarakat dengan program prioritas kita serta memastikan program pembangunan yang direncanakan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan harapan masyarakat Sampang”, ujarnya.
Kami sengaja menghadirkan seluruh stakeholder dan unsur-unsur terkait dengan harapan agar hasil Musrenbang ini semakin tajam dan menjawab persoalan-persoalan fundamental dalam pembangunan Kabupaten Sampang”, ujarnya.
Kemudian Ra Mahfudz sambil menjelaskan bahwa saat paparannya di forum Musrenbang itu akan terbagi dalam dalam tiga bagian, diantaranya pertama gambaran umum daerah Kabupaten Sampang, sejumlah capaian kinerja pemerintah Kabupaten Sampang pada tahun 2024 dan isu strategis RPJMD tahun 2025 – 2029.
“Lewat paparan ini saya berharap agar kita semua memiliki kesamaan pemahaman dan selanjutnya dapat kita lakukan diskusi secara lebih mendalam serta terarah.
SDM kita menjadi modal utama pembangunan.
Oleh sebab itu, harus kita persiapkan secara baik agar berkualitas, berdaya saing dan berkarakter.
Kita perlu memastikan bahwa SDM Sampang harus sehat dan dibekali dengan pendidikan yang baik serta mempunyai standar hidup layak, karena SDM itu akan kita lihat dengan capaian Index Pembangunan Manusia (IPM) yang setiap tahun semakin meningkat”, jelasnya.
“Program prioritas yang akan kita tuangkan dalam RPJMD sudah kita rancang sesuai dengan permasalahan yang ada, terutama terkait dengan penyelarasan pendidikan non formal sehingga bisa disetarakan dengan yang formal dan menjamin seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas”, tuturnya.
Selanjutnya Wakil Bupati Sampang itu membahas tentang kemiskinan di Kabupaten Sampang yang menjadi masalah fundamental dan perlu langkah penanganan yang sistemik, terpadu dan menyeluruh, karena kemiskinan bukan hanya menjadi urusan pemerintah saja sehingga dirinya mengajak kepada seluruh stakeholder pembangunan untuk bersinergi dan berkolaborasi khususnya sektor swasta.
“Data terkini menunjukkan bahwa pada tahun 2024 jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sampang berkurang 7,39 ribu jiwa yaitu di Maret 2023 dari 221,71 ribu jiwa, dan pada Maret 2024 menjadi 214, 32 ribu jiwa. Secara prosentase penduduk miskin di Kabupaten Sampang selama setahun mengalami penurunan sebesar 0,93 persen, yakni dari 21,76 persen menjadi 20,83 persen”, ungkapnya.
“Strategi dalam penurunan angka kemiskinan telah telah kita rumuskan dengan mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi kantong-kantong kemiskinan serta perbaikan data.
Tentu semua ini akan berhasil, bila ada kolaborasi antara pemerintah dan seluruh stakeholder pembangunan.
Program penanggulangan kemiskinan kita pandang dengan memberikan jaminan kesehatan gratis untuk masyarakat melalui program UHC, memberikan bantuan langsung kepada masyarakat miskin dan kelompok rentan serta perbaikan sarana dan prasarana dasar masyarakat”, ucapnya.
Sedangkan dalam pertumbuhan ekonomi, KH. Mahfudz mengatakan bahwa Kabupaten Sampang menggunakan pertumbuhan ekonomi tanpa migas dalam mengukur kinerja pembangunan bidang ekonomi Kabupaten Sampang tahun 2024 sebesar 3,23 persen mengalami perlambatan yakni 1,30 persen di tahun 2023.
“Perkembangan kontribusi 6 sektor utama PDRB Kabupaten Sampang dalam 6 tahun terakhir, yakni sektor pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan dan penggalian cenderung mengalami penurunan, sementara aktivitas sektor sekunder serta tersier mengalami peningkatan.
Saya tertarik melihat trend pada sektor perdagangan besar dan eceran yang terus naik, karena ini mengindikasikan peningkatan konsumsi masyarakat dan perbaikan kesejahteraan ekonomi di masyarakat Sampangp.
Sektor industri pengolahan yang konsisten tumbuh selama 5 tahun terakhir, ini mengindikasikan banyaknya investasi baru serta ekspansi usaha, baik dari pelaku UMKM maupun industri besar.
Industri besar yang berkembang menandakan adanya inovasi dan peningkatan nilai tambah produk lokal yang dapat meningkatkan daya saing daerah”, paparnya.
“Kita berharap bertumbuhnya sektor perdagangan dan industri pengolahan semoga terus berlanjut karena akan berdampak pada peningkatan peluang kerja serta mengurangi pengangguran dan mendorong pada peningkatan keterampilan tenaga kerja.
Saya kira saat ini ketimpangan pendapatan tidak menjadikan isu, karena kita berada pada kondisi ketimpangan rendah, yaitu berada pada angka 0,233, angka ini berada jauh pada indeks provinsi dan nasional”, katanya.
“Indeks resiko bencana juga menunjukkan perkembangan yang semakin baik dan masih berada pada kelas berisiko bencana ‘sedang’.
Tentunya kita tidak boleh berpuas diri sehingga angka ini akan terus ditekan agar semakin rendah sebab kita belum terbebas dari ancaman banjir akibat potensi luapan sungai kali Kamoning.
Indeks kepuasan layanan infrastruktur juga tampaknya menunjukkan progres positif.
Pembangunan infrastruktur juga menjadi atensi kami, oleh karena itu kita akan terus dorong, baik dari segi ketersediaan, kualitas, kesesuaian, pemanfaatan dan kontribusi infrastruktur terhadap perekonomian”, tambahnya.
Pihaknya juga menyampaikan ke aspek tata kelola pemerintahan indeks reformasi birokrasi yang menunjukkan perkembangan sebagaimana sebagian besar daerah di Jawa Timur kedepannya ingin meningkatkan kualitas tata kelola pemerintah agar tidak disibukkan dengan hal proses prosedural, tetapi harus lebih memberikan dampak positif terutama pada peningkatan kualitas layanan masyarakat.
“Berkaitan dengan indeks toleransi saat ini kondisi di Kabupaten Sampang cukup baik, pembangunan infrastruktur berupa perbaikan pelebaran atau penambahan jalan yang menyentuh daerah pelosok sangat membantu aktivitas perekonomian dan meningkatkan social trust.
Ke depan kita harus meningkatkan indeks tersebut dengan menjaga harmonisasi sejalan karakter hidup masyarakat Sampang.
Ada 5 isu yang dapat kita rumuskan dalam sambutannya kajian lingkungan strategis yang dituangkan dalam RPJMD 2025 – 2029 yaitu peningkatan SDM yang berkualitas berdaya saing dan berbudaya, transformasi pembangunan ekonomi melalui peningkatan pembangunan ekonomi yang inklusif berbasis keunggulan lokal berkelanjutan, penurunan angka kemiskinan dan peningkatan ketahanan pangan melalui penanganan yang berintegrasi, peningkatan infrastruktur berkualitas serta pengelolaan lingkungan hidup dan yang terakhir tranformasi tata kelola serta peningkatan inovasi daerah untuk mewujudkan pelayanan publik berkualitas”, imbuhnya.
“Dengan demikian maka kami merumuskan visi pembangunan 5 tahun kedepan adalah Sampang hebat bermartabat plus berharap agar visi ini hanya sebagai cita-cita Bupati dan saya Wakil Bupati tetap menjadi cita-cita seluruh masyarakat Kabupaten Sampang, artinya untuk mewujudkan semua itu harus ada kerja nyata dari semua unsur stakeholder di pemerintahan Kabupaten Sampang”, pungkasnya.
#(is-one)#

