Permohonan maaf Kadisporabudpar Kab. Sampang Karena Waria Ikut Serta Di Lomba Gerak Jalan Umum

Sampang.(zonainvestigasi.com) – Lomba gerak jalan untuk memperingatkan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 80 yang digelar pada hari Minggu tanggal 31 Agustus 2025 oleh Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kabupaten Sampang mengundang polemik karena ditengah-tengah acara perlombaan berlangsung muncul beberapa Waria (wanita pria) ikut serta dalam barisan lomba tersebut sehingga mengundang kemarahan Bupati Sampang dan para ulama PC NU di Kabupaten Sampang.

Kepala Disporabudpar, H. Marnilem, S.Pd, MM dalam pernyataannya memohon maaf kepada Bupati Sampang, para kyai terutama kepada seluruh pengurus PC NU Sampang serta masyarakat Sampang pada umumnya. Rabu (03/09/2025).

“Sebetulnya waktu SE (Surat Edaran)  di sebarkan, kami sudah melarang Waria menjadi peserta lomba gerak jalan, bahkan di saat Technical Meeting yang diikuti oleh peserta gerak jalan dan juga petugas kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Kesehatan dan Satpol PP Sampang, kami sudah mewanti-wanti serta sepakat jika ada waria mengikuti gerak jalan tersebut agar segera diangkut paksa oleh petugas jaga jalannya gerak jalan berlangsung”, ujarnya.

“Oleh sebab itu, saya selaku Kepala Disporabudpar Kabupaten Sampang beserta segenap panitia lomba gerak jalan umum dan juga SD yang diselenggarakan hari Minggu sampai Senin tanggal 31 Agustus dan 1 September 2025) menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya khusus kepada Bapak Bupati, para ulama, kyai dan seluruh pengurus PC NU Sampang serta Mas Sampang pada umumnya atas keteledoran munculnya waria di penyelenggaraan lomba gerak jalan tersebut”, lanjut H. Marnilem di ruang kerjanya.

Sebagai bukti atas keseriusannya atas keteledoran serta kesalahannya itu, H. Marnilem bersama sekretaris PC NU Sampang, Aminullah yang juga Camat Sampang kota mengunjungi sekaligus bersilaturahmi ke kediaman Rois Syuriah PCNU Kab. Sampang, KH. Syafiuddin Abd. Wahid dan Ketua Tanfidziyah, KH. Itqon Busyiri dengan tujuan meminta maaf kepada para Kyai serta ulama di Kabupaten Sampang.

“Atas keteledoran serta kesalahan yang kami lakukan di lomba gerak jalan tersebut, maka pada hari Selasa malam sekitar jam 18.30 wib, kami beserta sekretaris PC NU menyambangi ke kediaman tokoh agama yakni KH. Syaifuddin Abdul Wahed untuk klarifikasi serta permohonan maaf kami kepada beliau sehingga kesalahan tersebut tidak terulang lagi”, pungkasnya.

   #(is-one)#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *