Pelayanan RSMZ Sampang Disorot! Pasien Antre Berjam-jam, Profesionalisme Dipertanyakan
Sampang (Zonainvestigasi.com) – Pelayanan kesehatan di RSUD dr. Mohammad Zyn (RSMZ) Kabupaten Sampang kembali menjadi sorotan.
Sejumlah warga mengeluhkan antrean panjang yang dinilai membuat pasien harus menunggu berjam-jam sebelum mendapatkan pelayanan medis.
Kondisi tersebut dikeluhkan terutama oleh pasien lanjut usia dan penderita penyakit kronis yang harus menahan rasa sakit selama menunggu giliran pemeriksaan.
Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Sampang dan manajemen rumah sakit segera melakukan pembenahan sistem pelayanan agar lebih ramah terhadap kelompok rentan.
Salah seorang pasien, Morsiyeh (66), warga Dusun Tarogan, Desa Jelgung, Kecamatan Robatal, mengaku datang ke RSUD sejak pukul 07.00 WIB untuk memeriksakan penyakit matanya.
Namun hingga sekitar pukul 11.00 WIB, ia mengaku belum juga mendapat pelayanan.
“Saya kadang malas berobat ke RSUD Sampang karena antreannya terlalu lama. Kalau sedang sakit, lebih baik dirawat di rumah saja.
Mata saya semakin kabur dan hampir tidak bisa melihat, sehingga disarankan menantu untuk berobat ke RSUD,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Keluhan serupa disampaikan keluarga pasien Soniya Rukmana (17), warga Desa Beringin Nonggal, Kecamatan Torjun, yang memiliki riwayat penyakit saraf.
Menurut pendamping pasien, mereka sudah datang sejak pagi agar tidak terlalu lama mengantre, namun hingga menjelang siang belum juga dipanggil.
“Kami datang sejak pukul 06.30 WIB karena istri saya tidak kuat duduk terlalu lama. Tapi kenyataannya tetap harus menunggu berjam-jam.
Kami berharap manajemen RSMZ segera membenahi pelayanan agar pasien tidak terus menjadi korban antrean panjang,” katanya.
Situasi tersebut dinilai belum sejalan dengan komitmen Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn, Andi Andrian Hasan, SE, yang baru dilantik pada 5 Juni 2026. Salah satu visi yang disampaikan adalah melakukan Business Process Re-Engineering, yakni penataan ulang alur pelayanan agar lebih cepat, efektif, dan efisien.
Namun berdasarkan keluhan masyarakat yang dihimpun Zonainvestigasi.com, implementasi penataan tersebut dinilai belum dirasakan oleh pasien.
Antrean panjang dan penumpukan pasien di sejumlah poli masih menjadi persoalan yang dikeluhkan.
Selain itu, peluncuran layanan High Care Unit (HCU) Matahari juga memunculkan perbedaan pandangan.
Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya menyatakan program tersebut merupakan pengembangan dari konsep yang telah dirancang sebelum pergantian direktur.
“Program HCU Matahari sebenarnya merupakan program lama sebagai penguatan ruang ICCU untuk pasien dengan riwayat penyakit jantung. Jadi bukan program yang baru muncul setelah pergantian direktur,” ungkapnya.
Menanggapi keluhan masyarakat, Humas RSUD dr. Mohammad Zyn, Amin Jakfar Sadik, mengatakan pihak rumah sakit telah menyiapkan penataan sistem antrean yang dijadwalkan mulai diterapkan bulan depan.
“Insya Allah bulan depan seluruh pasien, baik yang mendaftar secara offline maupun melalui aplikasi Mobile JKN, akan langsung menuju poli tujuan tanpa harus mengulang antrean di loket pendaftaran,” jelas Amin.
Terkait HCU Matahari, Amin menegaskan bahwa program tersebut merupakan gagasan Direktur Andi Andrian Hasan setelah menjabat.
“Program itu digagas oleh direktur sekitar satu minggu setelah beliau menjabat dan diluncurkan satu bulan kemudian,” pungkasnya.
(is-one)

