Ratusan Sopir Angkot Malang Siap Turun ke Jalan, Front ASAM Ultimatum Dishub Jatim Soal Trans Jatim

Malang zonainvestigasi.com – Ratusan sopir angkutan kota yang tergabung dalam Front Aliansi Sopir Angkutan Malang (Front ASAM) menyatakan siap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran apabila Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim tidak menjalankan poin-poin kesepakatan yang telah dituangkan dalam notulen hasil audiensi di Surabaya pada 29 Juli 2027.

Pernyataan tersebut disampaikan Koordinator Lapangan Front ASAM, Bambang Kurniawan, didampingi para anggota saat menggelar konferensi pers di Terminal Arjosari, Kota Malang, Senin (3/8/2027).

Bambang menegaskan bahwa Front ASAM menolak pertemuan yang digelar Dishub Jatim di Hotel Harris Malang karena dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

“Pertemuan tersebut bukan menjadi solusi bagi sopir angkutan yang terdampak, melainkan hanya sebatas sosialisasi penerima manfaat Trans Jatim.

Padahal yang kami perjuangkan adalah nasib sopir angkot yang kehilangan pendapatan akibat beroperasinya Trans Jatim,” tegas Bambang.

Menurutnya, Front ASAM tidak pernah menolak keberadaan program Trans Jatim.

Namun, mereka meminta pemerintah konsisten menjalankan hasil kesepakatan, khususnya melakukan kajian ulang terhadap trayek Trans Jatim Koridor 1 dan Koridor 2 dengan melibatkan para sopir angkot yang terdampak secara langsung.

Selain itu, Front ASAM juga mendesak pemerintah memberikan perlindungan ekonomi kepada para sopir melalui kebijakan insentif.

Mereka mengusulkan agar sedikitnya 2 persen dari insentif Pajak Pendapatan, baik di tingkat kota maupun kabupaten, dialokasikan untuk program pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan sopir angkutan kota.

Usulan tersebut diharapkan dapat dimasukkan ke dalam APBD Kota Malang maupun APBD Provinsi Jawa Timur agar memiliki dasar hukum yang kuat.

Front ASAM juga meminta Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Dinas Perhubungan, membuka ruang dialog yang lebih serius dan intensif guna mencari solusi yang adil bagi para sopir angkot terdampak.

“Apabila tuntutan kami terus diabaikan, maka Front ASAM siap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Kota Malang,” tegas Bambang.

Sementara itu, kuasa hukum Front ASAM dari organisasi ADRONE, Paulus Dading, menegaskan pihaknya masih mengedepankan penyelesaian melalui jalur musyawarah.

“Kami tetap mendorong penyelesaian secara dialog. Namun apabila diperlukan langkah hukum, kami juga telah siap menempuh upaya hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

(Yuri/Zhr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *