Pemilik Kios Pasar Srimangunan Sampang Resah Dengan Kondisi Bangunan Pasar

Sampang (zona investigasi.com) – Pasar Srimangunan Sampang merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar yang berada di Kabupaten Sampang, dimana mayoritas masyakarat di seluruh wilayah Kabupaten Sampang apabila melakukan transaksi jual beli barang terpusat di Pasar Srimangunan yang terletak di pusat kota tepatnya di Jalan KH Wahed Hasyim Kec/Kab Sampang.

Akan tetapi akhir-akhir ini pemilik kios Pasar Srimangunan Sampang resah dan mengeluh dengan keberadaan bangunan pasar.
Salah satu penyebabnya adalah atap yang terbuat dari mika yang gunanya sebagai pencahayaan agar sinar matahari masuk sehingga di dalam bangunan pasar tidak lembab itu pecah semua.

Pecahnya atap mika selebar 2×4 meter itu pecah total dan apabila hujan maka terjadi kebocoran serta air hujannya masuk semua mengenai kios pasar dan juga berakibat banjir lantai di pasar.

Salah satu pemilik kios pasar Srimangunan yang berada di Blok A2 mengeluhkan keadaan atap yang sudah pecah total tersebut.

“Terkait dengan atap mika yang pecah dan tepat berada di kios saya ini apabila turun hujan maka airnya langsung mengenai toko kami, sehingga barang-barang di dalam toko kami yang kebetulan berjualan alat-alat sekolah seperti tas, seragam dan lainnya menjadi basah”, ujarnya.

“Akibat dari kebocoran itu, kios-kios yang berada atap yang pecah mengalami kerugian.
Kami selaku pemilik toko sudah melaporkan kepada Kepala Pasar Srimangunan sebulan yang lalu, tetapi sampai saat ini mereka tidak menghiraukannya, padahal uang sewa telah kami bayar setiap bulan yang katanya untuk pemeliharaan bangunan dan kebersihan pasar ini”, katanya dengan nada kesal.

Disinggung mengenai ambruknya atap mika yang terjadi di Pasar Srimangunan Sampang, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Dan Perdagangan (Diskopindag) Kab. Sampang, Dra. Suhartini Kiptiati mengatakan bahwa dirinya telah menganggarkannya pada tahun 2023. (Selasa, 31/01/2023).

“Khusus mengenai perawatan bangunan Pasar Srimangunan ini, kami telah menganggarkan tahun 2023, termasuk pasar Omben yang mengalami rusak parah.
Tapi karena anggaran masih terkena reforcusing, sehingga pemerintah daerah lebih mendahulukan pada sektor pendidikan dan kesehatan, itupun bukan Diskoperindag saja tapi yang terdampak, seluruh OPD juga mengalami hal yang sama, maka kami harus sabar menunggu giliran dalam menerima anggaran tersebut “, ujar Kepala Diskoperindag Kab. Sampang di ruangannya.

Saat ditanyakan oleh jurnalis zona investigasi biro Sampang mengenai kapan melakukan perbaikan terhadap bangunan pasar Srimangunan tersebut, Kepala Diskoperindag Kab Sampang yang lebih akrab dipanggil Ibu Tin itu menjawab tidak bisa memastikan, tapi dirinya setiap tahunnya tetap mengajukan anggaran ke pemerintah daerah.

  #(M/is-one)#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *