Akibat Dari Ulah Arogansi Pj. Kepala Desanya, Masyarakat Bersama Perangkat Desa Sreseh Unjuk Rasa
Sampang (zonainvestigasi.com) – Kearogansian kembali terulang di wilayah Kabupaten Sampang, peristiwa wewenang jabatan yang dilakukan penguasa tersebut kali ini dilakukan oleh Pengganti Jabatan (Pj) Kepala Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang yang bernama Ach. Faruq terhadap Perangkat Desanya sendiri.
Arogansi Pj. Kades Sreseh itu adalah melakukan pemecatan secara sepihak terhadap Sekdes (Sekertaris Desa) serta para Perangkat Desanya sendiri, padahal mereka itu merupakan petugas-petugas lama di Pemerintahan Desa Sreseh yang dari segi pengalaman, tidak bisa diragukan lagi.
Akibat ulah kesewenang-wenangan oleh Pj. Kades tersebut, Sekdes dan perangkatnya beserta masyarakat Ds. Sreseh geram dan kecewa atas tindakan yang dilakukannya.
Dari pantauan jurnalis Zona Investigasir.com Biro Sampang hampir sekitar ribuan warga langsung mendatangi kediaman Ach. Faruq di Dusun Tasalong Desa/Kec. Sreseh – Sampang untuk berunjuk rasa dengan tujuan agar Pj itu segera mengundurkan diri dari jabatan Kades Sreseh. (Sabtu, 18/02/2023).
Dalam kesempatannya, Sekdes Sreseh, Topik mengatakan bahwa tanpa ada alasan yang jelas, dirinya langsung dipecat secara sepihak oleh Ach. Faruq selaku Pj Kades Sreseh.
“Adapun alasan pemecatannya itu, karena saya kalau ke Sampang kota tidak pernah izin kepada Pj Kades Sreseh, padahal seingat saya kalau melakukan perjalanan ke Sampang, kami itu selalu memberitahukan melalui group WA (WhatsApp), dan semata-mata bukan untuk kepentingan pribadi, akan tetapi bertujuan untuk memberikan pelayanan masyarakat secara maksimal, terutama ke warga Desa Sreseh, contohnya seperti proses pembuatannya KTP, KK, Akte dan pengurusan lainnya”, ujarnya.
Agar mendapat kejelasan yang riil pasca pemecatannya, selanjutnya Sekdes Sreseh bersama perangkatnya kemudian menuju kepada pihak kecamatan, tujuannya adalah untuk audensi.
“Sesampainya di kantor kecamatan, kami langsung ditemui oleh Sekcam (Sekertaris Camat), dan dari hasil dari audensi tersebut nantinya akan ditindaklanjuti oleh pihak Kecamatan Sreseh untuk disampaikan ke DPMD Kab. Sampang terkait permasalahan ini”, jelasnya.
Selanjutnya Taufiq menambahkan bahwa sebagian masyarakat Ds. Sreseh melakukan unjuk rasa dan sempat terjadi kericuhan, karena pemecatan yang menimpa dirinya, dan tuntutan dalam unjuk rasa tersebut ialah Ach. Faruq yang sekarang menjabat sebagai Pj Kades Sreseh, agar segera diganti baru.
“Kekecewaan masyarakat, mungkin disebabkan mereka (warga) tidak menginginkan pemecatan sepihak seperti ini, selain itu karena Desa Sreseh masih membutuhkan kelima perangkat itu, sehingga masyarakat menyayangkan dan kaget dengan adanya pemecatan sepihak secara mendadak oleh Pj Kades Sreseh ini”, imbuhnya.
Sedangkan bagi Perangkat Desa lainnya yang tidak terkena pemecatan, sampai berita ini diturunkan mereka masih dalam keadaan mogok kerja di administrasi desa.
“Kami melakukan mogok kerja di kantor desa, itu adalah suatu bukti kepedulian kami terhadap perangkat desa yang telah dipecat oleh Pj Kades Sreseh”, pungkas salah satu perangkat desa yang enggan disebutkan namanya.
#(iM/s-one)#

