Pelayanan Persalinan di Puskesmas Proppo Kecamatan Proppo diduga Kuat Tidak Sesuai SOP “

Pamekasan, Zonainvestigasi.com – Puskesmas merupakan suatu pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Sehingga tak heran jika banyak orang-orang lebih memilih puskesmas untuk berobat. Menurut peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 tahun 2014 tentang Puskesmas menjelaskan, bahwa Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya diwilayah kerjanya.

Namun begitu, sangat disayangkan jangan-jangan masih ditemukan adanya pelayanan dari tenaga kesehatan persalinan di Puskesmas Proppo Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan
diduga kuat tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) , Selasa (19/12/2023).

Seperti halnya terjadi pada keluarga pasien yang mengantar saudaranya hendak bersalin dan tampak yang bertugas di persalinan hanya satu Bidan dan satu perawat dan ini menjadi keluhan yang sekaligus kekhawatiran terhadap keluarga pasien.

Keluhan tersebut disampaikan Abdullah, warga Desa Proppo, Kecamatan Proppo Pamekasan Madura pada media ini. Dia bercerita, saat saudaranya mau melahirkan dibawa ke Puskesmas Proppo karena merasa saudaranya terlihat akan melahirkan pada hari itu juga.

Melihat kondisi saudaranya yang sudah tidak kuat menahan sakit, ia meminta kepada petugas agar segera dilayani saudaranya itu, kata Abdullah.

“Setibanya di Puskesmas, saya meminta tolong agar segera ditangani, setelah dilakukan penanganan persalinan, namun pasca persalinan saudaranya hanya dilayani satu Bidan dan satu perawat. Ini persoalan persalinan sangatlah membutuhkan tenaga medis yang tidak minim dalam melayani pasiennya. Sebab, ditakutkan hal yang tidak diinginkan terhadap pasien terjadi sesuatu. Apabila, terjadi pada pasien melahirkan sedangkan yang melayani hanya satu bidan, lalu apa yang mereka lakukan pada pasien itu, bisa jadi pasien tidak tertolong,” ungkapannya.

Namun dalam SOP pelayanan kesehatan, untuk pelayanan di Puskesmas ada 4 bidan dan 2 perawat yang bertugas di Puskesmas, ujarnya lagi

“Saya melihat pelayanan di Puskesmas terhadap pasien persalinan diduga kuat tidak sesuai dengan SOP, dan aturan sebagaiman yang tertuang dalam peraturan yang sudah dituangkan oleh Menteri Kesehatan RI tersebut jelas sekali melanggar artinya, ini sangat jelas sudah melanggar pada pelayanan nya terhadap pasiennya,”sebutnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Proppo dr. Bambang saat ditemui diruang kerjanya menyampaikan, bahwa pasien sudah dilayani sesuai SOP. Pasien datang ke Puskesmas langsung dilayani dengan petugas sesuai dengan peraturan yang ada.

Saat disinggung soal petugas pada Pasien Persalinan, dr. Bambang memberikan penjelasan terhadap sejumlah awak media muter-muter dan ironis nya, Kepala Puskesmas tersebut malahan menceritakan bidang bidan yang membuka praktek mandiri, dan terkesan dia sebagai Kepala Puskesmas sebagai nahkoda Puskesmas Proppo tidak berkata jujur dan menutupi nya.

Pada kenyataannya apa yang dilihat saat persalinan tidaklah sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Kepala Puskesmas yang menjelaskan kepada awak media ini mengatakan tugas pelayanan pada persalinan di Puskesmas Bidannya yang piket ada 3 orang setelah di konfirmasikan berdasarkan hasil investigasi dan beberapa informasi termasuk jadwal piket yang ditunjukkan oleh Kapus ternyata di lapangan yang piket, kita telah menemukan di Puskesmas itu hanya ada 1 orang Bidan.

Hal tersebut, dibenarkan oleh Abdullah pasca mengantarkan saudaranya yang sedang melakukan persalinan di Puskesmas Proppo bukan 3 orang yang piket namun hanya ada 1 bidan, tegasnya, memungkasi komentarnya. (M/Hn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *