Begini Pesan Sekdakab Sampang Kepada Para ASN Dengan Maraknya Penipuan Mengatasnamakan Pejabat Daerah
Sampang.(zonainvestigasi.com) – Akhir-akhir masyarakat dihebohkan dengan aksi para pelaku penipuan dengan menggunakan media medsos, modusnya yakni pelaku atau dinamai Hecker itu menghubungi korbannya melalui Handphone (HP) dengan dijanjikan atau diming-imingi hadiah dan sejenisnya asalkan si korban mentransfer uang melalui rekening bank ke Hecker tersebut.
Modus penipuan yang dilakukan oleh para Hecker itu juga terjadi di wilayah Kabupaten Sampang, bahkan tidak tanggung-tanggung korban daripada Hecker itu adalah para ASN (Aparatur Sipil Negara) yang bekerja di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang.
Salah satu ASN Kabupaten Sampang bernama Dyah (35) hampir menjadi korban pelaku penipuan tersebut.
Pada saat itu dirinya yang berprofesi sebagai guru pengajar di wilayah Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang itu sempat dihubungi oleh seseorang HP dan orang itu mengaku sebagai Kepala BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia) Kab Sampang.
“Saya pernah dihubungi oleh seseorang benama Bapak Yoyok (Kepala BKPSDM Kab Sampang), kemudian si Hecker itu SMS ke HP saya mengiming-imingi kenaikan pangkat asalkan mentransfer uang ke rekeningnya.
Akan tetapi saya tidak termakan hasutan serta bujuk rayuannya dan pada saat itu juga nomer pelaku penipuan (Hecker) langsung saya block ke daftar hitam”, jelasnya.
Sekertaris Daerah Kabupaten Sampang, Drs H. Yuliadi Setyawan, S.Sos, MM mendengar maraknya penipuan yang dilakukan oleh Hecker dan tujuan serta sasaran targetnya hingga ke PNS (Pegawai Negeri Sipil).
Kepada jurnalis Zona Investigasi.com biro Sampang, Yuliadi Setyawan mengatakan bahwa pihaknya sudah mengetahui pelaku penipuan atau Hecker tersebut dan sasarannya adalah ASN Kabupaten Sampang.
“Untuk tingkat kerahasiaan dan urgensi di administrasi pemerintahan kita masih aman, karena yang jadi sasaran dari pelaku itu korbannya hanya perorangan atau ASN saja, sedangkan untuk data-data administrasi kepegawaian di pemerintahan Kabupaten Sampang tidak ada masalah”, ujar Sekda Kabupaten Sampang itu di ruangannya. Rabu (10/06/2023).
“Intinya di dalam segi proses administrasi kepegawaian tidak ada unsur yang merugikan bagi kita, tapi yang bisa dirugikan itu adalah personal-personalnya.
Misalkan contoh ialah Hecker itu mengambil serta mencatut atau mengatasnamakan salah satu pejabat pemerintahan kita dan kemudian digunakan untuk kepentingan si Hecker tersebut”, ucapnya.
Selanjutnya Sekda Kabupaten Sampang yang lebih akrab dipanggil Pak Wawan itu menambahkan kalau nama dirinya sering dimanfaatkan oleh para pelaku atau Hecker itu untuk menipu para korbannya, dalam hal ini ASN dan juga masyarakat Sampang.
“Oleh sebab itu kami menegaskan bahwa untuk data-data administrasi kepegawaian tersebut melalui tahapan serta proses baik mulai dari tingkat daerah sampai ke pusat harus ada singkronisasi yang jelas, sehingga si Hecker itu tidak bisa memanfaatkan terhadap proses kepegawaian kita”, imbuhnya.
“Jadi saya berharap terutama kepada para ASN di Kabupaten Sampang agar lebih waspada dan juga hati-hati, artinya apabila ada nama pejabat yang dicatut maka agar segera konfirmasi dan koordinasi serta lakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait, sehingga ASN kita tidak menjadi korban Hecker itu, intinya jangan mudah percaya terhadap hal-hal tersebut, karena urusan kenaikan pangkat maupun jabatan di pemerintahan kita itu tidak ada tarif atau main transaksi alias nol, semua itu tergantung dari semangat serta motivasi dan etos kerja masing-masing pegawai tersebut yakni bagaimana caranya untuk membangun Kabupaten Sampang supaya lebih baik lagi”, pungkasnya.
#(M/is-one)#

