Tiada Ada Alasan Lagi Madura Tidak Jadi Provinsi

Bangkalan, zonainvestigasi.com – Dalam upaya menjadikan Madura provinsi baru, Panitia Nasional Persiapan Pembentukan provinsi Madura (PN3PM) mengadakan pertemuan bersama tokoh ulama dan tokoh masyarakat, dikantor PN3PM yang bertempat diakses Suramadu, Jalan KH Muh Noer Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan.

Pembahasan kali ini mengambil tema ”Kekayaan Bumi Madura Untuk Siapa” dengan menghadirkan narasumber Budayawan, penulis lagi Politikus Indonesia, Soegeng Rahardjo Djarot/biasa disapa Eros Djarot.

“Setelah saya pelajari secara seksama tidak ada alasan lagi madura itu untuk menjadi provinsi, karena segala-galanya ada,” Tegas Eros Djarot, saat memberikan pemaparan terkait potensi Madura. Senin (12/06/3023).

Madura memang sudah layak menjadi provinsi baru, jika memang harus ada pengembangan wilayah Kabupaten dia rasa Bangkalan, sampang dan pamekasan juga siap.

Selain itu, dia menyampaikan, bahwa Madura memang sudah pantas menjadi provinsi baru. Kalau dilihat dari daftar yang ada kekayaan bumi dan alam dari madura ini rasanya sudah layak, bahkan dia malah menambahkan bahwa Madura bisa mejndi provinsi yang istimewa, karena latar budayanya yang luar biasa.

“Jikalau harus ada pengembangan wilayah Kabupaten saya rasa Bangkalan siap, dari sampang juga siap, pamekasan juga siap. Jadi gak masuk akal saya, kalau hanya alasan empat harus ada lima kabupaten,” Ujarnya.

Ketika ditanya oleh wartawan, Jika memang Madura dalam kajiannya sudah memenuhi syarat untuk menjadi provinsi baru, kenapa sampai saat ini masih belum terwujud.

Eros Djarot mengatakan, bahwa ini mungkin masih banyak orang menaruh kepentingan, untuk selalu membuat yang namanya madura ini ketergantungan begitu besar pada orang perorang yang sedang bermain.

“Saya tidak bisa menyebutkan namanya satu-persatu, tapi saya kok mempunyai kajian yang berbeda, memang ada pihak-pihak yang tidak menginginkan,” Katanya.

Menurutnya berdasarkan kajian teman-teman mengenai pengembangan wilayah, justru dari investment itu kok memberi kemungkinan untuk ekonomi khusus yang sedang dibahas, artinya madura ini punya kemampuan.

“Kok tiba-tiba sering saya dengar adanya pemandulan potensi yang selalu terdengar, seolah olah madura belum siap kurang ini kurang itu seperti kurang segalanya, padahal begitu saya datang bukan hanya sekarang, sejak sebelum Reformasi saya sudah turut aktif mengamati madura, bahkan ketika membangun suramadu itu kan tujuannya satu, membuat percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah madura, itu salah satu peran dan fungsinya,” Tutupnya.

Pada kesempatan itu, Untuk mempermudah Madura menjadi provinsi, Ketua Umum (Ketum) DPD For Mabes (Madura Bersatu) Jatim RH Ridwan MS memberi usulan, agar menyatukan visi dan misi daerah Kab/Kota mana yang akan dimekarkan serta akan dijadikan ibukota provinsi.

“Kita harus mengadakan pertemuan kembali agar upaya lebih mudah menjadikan Madura provinsi dengan melibatkan Bupati dari empat Kabupaten di Madura,” Katanya.

Sementara Sekertaris Jenderal PN3PM Dr Harun Al Rasyid menerangkan, sejak keputusan Mahkamah Konstitusi yang tidak mengabulkan permohonan sebagai pemohon.

Dia sudah melakukan kajian akademis untuk mengikuti persyaratan-persyaratan yang ditetapkan oleh undang-undang ke seluruh bupati yang ada di madura dan Alhamdulillah semua setuju tinggal daerah mana yang akan didahulukan.

“Kemarin kami sudah disepakati ada dua daerah yaitu Bangkalan akan memekarkan Kabupaten Bangkalan menjadi kota Kabupaten kemudian pamekasan juga begitu memekarkan kota pamekasan,” Terang Harun sapaan akrabnya.

Selain itu Harun menuturkan, jika pihaknya sempat mengalami kesulitan dalam berkomunikasi akibat adanya covid-19.

“Karena kemarin terkendala oleh komunikasi diakibatkan oleh covid-19 yang membatasi pergerakan kita, maka mulai beberapa bulan lalu sudah mulai kita intensifkan dan kita sudah memulai komunikasi dengan komisi II DPR-RI dan kemendagri untuk segera memproses hal trsebut, dalam hal itu respon dari tokoh-tokoh masyarakat terutama di Kabupaten Bangkalan sangat-sangat luar biasa. “Pungkasnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya KH Syafik Rofi,i RH Rodian, Drs Jumhur Saros SH MH. H Ahmad Zaini, MA. H Topan Syafi’i. H Abdul Jalal. (Muallam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *