Hadirkan Keluarga Pasien, Begini Pernyataan Dirut RSMZ Kab Sampang Tentang Viral Video Pasien Meninggal

Sampang.(zonainvestigasi.com) – Ini dia fakta sebenarnya dibalik video viral keluarga pasien ngamuk-ngamuk di RSMZ (Rumah Sakit Umum Daerah dr Moh Zyn) Kabupaten Sampang karena ada kerabatnya meninggal di kamar mandi tanpa adanya pengawasan itu teryata tanpa ada bukti kongkrit atau yang bisa di pertanggungjawaban kebenarannya (Hoax).

Sehingga untuk menghindari prasangka buruk terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Muhammad Zyn Sampang, maka pada hari ini pihak rumah sakit menggelar Pers release terkait video viral yang mengklaim kalau layanan perawat kurang professional buruk, Senin (28/08/2023).

Sebelumnya, ada salah seorang mengunggah video peristiwa kejadian orang di RSUD Moh Zyn Sampang yang tengah viral dan postingan tersebut mendapatkan berbagai respon dari warga netizen itu menyatakan jika pasien ke kamar mandi seorang diri, tidak dijaga oleh keluarga pasien atas aturan dari petugas maupun perawat rumah sakit.

Perkataan dari konten video yang beredar bahwa perawat membiarkan pasien menuju ke kamar mandi sendiri tanpa di temani dari pihak keluarga karena di larang masuk ke ruangan atau kamar pasien.

Maka oleh sebab itu, pernyataan dari sang kreator video tersebut langsung dibantah oleh Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Moh Zyn Sampang, dr Agus Achmadi saat melakukan jumpa pers di aula rumah sakit.

“Pernyataan dari pembuat video yang beredar itu tidak benar adanya dan juga si konten bukan dari pihak keluarga pasien,
Fakta dilapangan setelah kejadian itu kami langsung menanyakan dan meminta keterangan kepada kepala perawat penjaga ruangan bahwa Pasien berinisial ‘HS’ (51) waktu mau menuju ke kamar mandi, bukannya meninggal dunia sendirian di kamar mandi sehingga terkesan kelalaian pihak rumah sakit”, ujar mantan Dirut Rumah Sakit PHC Surabaya itu.

Selanjutnya dari keterangan pihak keluarga pasien bernama M Soleh warga asal Desa Kodak Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang mengatakan kalau penjelasan di video bahwa pasien ke kamar mandi seorang diri itu tidak benar.

“Saya mengenal serta tidak tahu siapa yang merekam video itu dan bukan dari keluarga kami, sedangkan kata-kata yang dijelaskan itu tidak benar dengan kejadian sesungguhnya”, ujar M Soleh di depan para awak media yang hadir.

Dirinya kemudian menjelaskan peristiwa sebelum almarhum meninggal dunia.
Hari Rabu sore tanggal 24/08/2023 sekitar jam 17.00 wib, HS (inisial ) hendak ke kamar mandi, niatnya mau menyirami tubuhnya yang sedang kepanasan, hendak menuju ke kamar mandi bapak ditemani oleh 3 orang dari keluarga kami, yakni istri, dan kedua anaknya”, jelasnya sambil ditemani oleh mantan Kepala Desa Kodak.

“Setelah beberapa kali mengguyur air ke tubuhnya, tiba-tiba almarhum langsung pingsan dan ambruk tidak sadarkan diri di pangkuan salah satu anaknya.
Karena panik mereka langsung berteriak memanggil perawat jaga dan saat petugas medis nyawa HS sudah tidak tertolong lagi atau meninggal dunia”, ungkap menantu pasien HS (inisial) itu.

Kemudian, keluarga yang menjaga sebanyak 3 orang diantaranya, istri dan dua anak mengantarkan pasien ke kamar mandi. Namun, saat pasien telah menggugurkan air ke badannya, tiba-tiba tidak sadarkan diri, terjatuh di pangkuan anaknya.

“Nah pada saat itu keluarga cemas, kemudian datang tenaga medis. Namun (HS) meninggal dunia,” ujarnya, Senin 28/08/2023.

Dengan meninggal dunianya HS (inisial), dan juga tidak ada unsur kelalaian dari pihak rumah sakit maka M Soleh bersama keluarga tidak akan mempermasalahkan serta memperpanjang peristiwa itu.

“Kita selaku pihak keluarga menerima atas wafatnya bapak dan hubungan kami sampai saat ini baik-baik saja dengan pihak rumah sakit.
Kalau berkenan mari kita sama-sama mendoakannya semoga almarhum diterima disisi-NYA dan diterima segala amal ibadahnya, amin”, pungkasnya.

#(M/is-one)#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *