Dinkes Dan KB Kab Sampang, Adakan Workshop Kader Bagi  Usia Produktf Dan Lansia Tentang ILP

Sampang.(zonainvestigasi.com) – Hari ini  Dinas Kesehatan (Dinkes) dan KB Kabupaten Sampang mengadakan workshop di Hotel Panglima.
Kegiatan Workshop Kader Bagi Usia Produktf dan Lansia tersebut diselenggarakan oleh Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kab Sampang dan diikuti oleh seluruh petugas Puskesmas se Kabupaten Sampang, Rabu (15/11/2023).

Selain petugas dari puskesmas, peserta workshop itu juga diikuti oleh bidan desa dari masing-masing puskesmas.
Workshop yang dimulai sejak jam 10.00 wib dan di buka oleh Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes Kab Sampang, Agus Mulyadi.
Adapun rencana kegiatan akan dilaksanakan selama 2 hari yakni mulai tanggal 15 – 16 November 2023.

Di waktu membuka acara workshop kader bagi usia produktif dan lansia tersebut, dengan didampingi Kasi  Promosi Kesehatan & Peberdayaan Masyarakat, Siti Hajar Dewantari, SE, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes  dan KB Kab Sampang, Agus Mulyadi menyampaikan kalau workshop kali ini adalah mensosialisasikan terhadap petugas puskesmas maupun kepada bidan bahwa sekarang tugas dan fungsi mereka bukan hanya posyandu saja tapi juga bertugas juga sebagai ILP (Integrasi Layanan Primer).

“Digelarnya workshop ini karena nantinya ada perubahan di puskesmas yakni tranformasi kesehatan dan dengan adanya transformasi kesehatan tersebut akan berdampak pada struktur organisasi di tubuh puskesmas, karena dalam struktur itu akan diganti dengan ILP dengan tujuan untuk mempercepat pembangunan kesehatan”, ujarnya.

“Sedangkan harapan dan keinginan dari transformasi kesehatan melalui ILP itu adalah tidak boleh ada kematian ibu, bayi, mencegah stunting, tidak adanya penyakit kusta, masyarakat sudah terbiasa melalui pola hidup sehat sesuai dengan Inpres nomor 1 tahun 2017 tentang masyarakat hidup sehat”, ucapnya di depan peserta workshop.

Setelah acara workshop dibuka, kepada awak media Agus Mulyadi menjelaskan bahwa sekarang ini ada program ILP (Integrasi Layanan Primer) dengan pendekatan Siklus Hidup.
Sasarannya adalah mulai dari ibu hamil, balita, usia sekolah, usia produktif dan para lansia.

“Itu semua adalah konsentrasi untuk di layani, sehingga kita harus melakukan sosialisasi mulai dari desa baik itu ke petugas maupun kepada masyarakat.
Dalam waktu terakhir ini kita sudah melakukan beberapa lauching-launching dan salah satunya adalah kegiatan workshop ini serta posyandu exelent yang juga merupakan bagian dari ILP”, jelasnya.

Dirinya juga menuturkan, dengan adanya program Integrasi Layanan Primer (ILP), Dinkes akan Lengkapi Fasilitas di Puskesmas-puskesmas dan Posyandu sesuai arahan Kementerian Kesehatan.
Sebab puskesmas maupun posyandu memiliki peran untuk menjaga masyarakat tetap sehat.
Selain itu melalui Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) yang memiliki ruang lingkup perbaikan gizi ibu hamil, gizi ibu menyusui, IMD, Asi eksklusif, Asi lanjutan dan MP Asi.

“Maka melalui kegiatan PMBA juga, bidan turut serta memberikan dukungan pada bumil, busui, atau ibu balita agar senantiasa memperhatikan asupan gizi yang baik selama periode 1000 HPK”, tuturnya.

“Peningkatan pelayanan ini, tentunya bisa meningkatkan kesehatan masyarakat ditengah berbagai fasilitas yang tersedia, utamanya dengan adanya Universal Health Coverage (UHC) yang merupakan program dari Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi.
Perlu diketahui jika kegiatan Posyandu Lansia tersebut meliputi penimbangan Berat Badan, pengukuran Tinggi Badan, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, asam urat maupun kolesterol serta pemberian konseling pada para lansia”, kata Agus.

“Sedangkan kegiatan tersebut bertujuan agar tercapainya warga desa yang sehat khususnya lansia, dengan maksud mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat serta swasta dalam pelayanan kesehatan disamping peningkatkan komunikasi antara petugas dengan masyarakat usia lanjut”, pungkasnya.

#(M/is-one)#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *