Dewasa Dan Profesional dalam Demonstrasi, Agar Perjuangan Demokrasi Tidak Ternodai
Sampang.(zonainvestigasi.com) – Aksi unjuk rasa di Kabupaten Sampang merupakan wujud nyata dari suara rakyat yang menuntut Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) agar segera dilaksanakan.
Sebab hal Itu adalah bentuk cinta pada demokrasi, bukan hanya sekadar amarah seperti para preman di jalanan, rakyat turun karena haknya diabaikan, dan itu sah-sah saja, sebab diam berarti tunduk pada ketidakadilan.
Namun, perjuangan suci pengunjuk rasa itu ternodai oleh segelintir oknum yang tidak bertanggungjawab dan bertindak tanpa akal sehat.
Karena mereka melakukan pengrusakan terhadap fasilitas umum dan juga taman di Alun-alun Trunojoyo sebagai icon Kabupaten Sampang dihancurkan, sehingga citra gerakan rakyat tersebut tercoreng.
Inilah penyebab gerakan itu kehilangan wibawa dan integritas, karena mereka bukan pejuang, tapi anarkis serta perusak yang menumpang di atas penderitaan rakyat sehingga menjadi cemohoan masyarakat luas.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Madura, Subaidi dalam kesempatannya mengatakan bahwa bukan seperti itu wajah sejati pelaku aksi demo, sebab demonstrasi merupakan ruang terhormat bagi rakyat bersuara untuk menyalurkan aspirasi, bukan anarkis dan ajang amarah tanpa arah.
Karena dalam UU Nomor 9 Tahun 1998 jelas menyebutkan, aksi itu harus damai, tertib, dan bertanggung jawab.
Ketika ada yang memilih jalan kekerasan, mereka telah menodai nama demokrasi dan mengkhianati perjuangan rakyatnya sendiri.
“Kita boleh marah, tapi marah dengan akal sehat, elegant serta profesional sesuai koridor, bukan hanya dengan tangan kosong yang sifatnya anarkis dan menghancurkan.
Sebab perjuangan sejati itu tidak lahir dari batu yang dilempar serta penjarahan, akan tetapi dari kesadaran dan keberanian yang sesuai aturan dan terukur”, ujarnya. Selasa (28/10/2025).
“Jika kita menginginkan perubahan, maka seharusnya lebih dewasa dalam melaksanakan demonstrasi dan lebih bijak dalam bertindak maupun bersuara.
Jangan sampai perjuangan rakyat tercoreng oleh tindakan bodoh segelintir orang ataupun oknum yang kurang bertanggungjawab.
Demokrasi bukan tentang menghancurkan, tapi tentang membangun kesadaran dan menegakkan keadilan.
Sekali lagi, saya berharap bagi peserta aksi demo jangan sampai melakukan hal-hal yang sifatnya anarkis, apalagi merusak fasilitas umum seperti Alun-alun Trunojoyo ini”, pungkasnya.
#(is-one)#

