Kode Etik Jurnalis zonainvestigasi.com Pimred Teguh Setiyabudi

Wartawan zonainvestigasi.com bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk
Wartawan zonainvestigasi.com menempuh cara-cara yang profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Wartawan zonainvestigasi selalu mengukur dan menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
Wartawan zonainvestigasi tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis atau cabul.
Wartawan zonainvestigasi tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebut identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.
Wartawan zonainvestigasi tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.
Wartawan zonainvestigasi memiliki hak untuk menolak (untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia identitasnya diketahui), menghormati ketentuan embargo, off-the-record sesuai kesepakatan.
Wartawan zonainvestigasi tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang berdasarkan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, bahasa, atau merendahkan martabat mereka yang lemah/terpinggir.
Wartawan zonainvestigasi menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.
Wartawan zonainvestigasi segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca/pendengar/pemirsa.
Wartawan zonainvestigasi melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.
Catatan & konteks tambahan
KEJ ini disepakati oleh 29 organisasi wartawan pada tanggal 14 Maret 2006, kemudian disahkan oleh Dewan Pers melalui Peraturan Nomor 6/Peraturan-DP/V/2008.
KEJ ini merupakan bagian dari kerangka regulasi pers di Indonesia, di mana selain KEJ juga terdapat regulasi untuk perusahaan pers dan media.
Meskipun sudah ada KEJ, riset menunjukkan bahwa terdapat tantangan dalam implementasi dan pemahaman di lapangan, misalnya pemahaman wartawan atas kEJ belum selalu optimal
( Red )

