Target Percepatan Penurunan Stunting, BP-KB Kecamatan Sampang Kota Gelar Mini Lokakarya
Sampang.(zonainvestigasi.com) – Permasalahan stunting merupakan salah satu polemik tersendiri khususnya di Kabupaten Sampang.
Penyebabnya, karena pemahaman masyarakat terhadap pencegahan stunting dari dulu hingga sekarang masih rendah dan stunting tersebut dianggap kurangnya asupan gizi, padahal stunting itu sendiri diakibatkan oleh banyak hal, pra hamil, sanitasi, pernikahan dini serta faktor lainnya.
Untuk mengatasi hal tersebut diatas, maka pada hari Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (BP-KB) Kecamatan/Kabupaten Sampang menggelar Mini Lokakarya tingkat kecamatan di balai kantor Kelurahan Banyuanyar yang diikuti oleh bidan se Kecamatan Sampang beserta para kader posyandu. Rabu (22/10/2025).
Acara Mini Lokakarya itu juga dihadiri oleh Camat Sampang H. Aminullah, Kapolsek Sampang kota Iptu Indarta H, SH, MM, Lurah Banyuanyar Mohammad Ajir beserta Babinsa dan Babinkamtibmas Banyuanyar serta tamu undangan lainnya.
Camat Sampang Kota H. Aminullah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa usia perkawinan pada pasangan suami istri sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak baik di dalam kandungan maupun bayi yang dilahirkan.
Setelah acara mini lokakarya berakhir, dalam kesempatannya Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Sampang, Ila Rabbi Rahmatien, S.KM mengatakan bahwa mini lokakarya tersebut bertujuan untuk menampung aspirasi dari para bidan selaku TPK (Tim Pendamping Keluarga).
“Jadi kita tampung aspirasi serta kendala dari bawah selama menjadi pendampingan sasaran, seperti Catin, Bumil, Busui serta Baduta dan Balita.
Kebetulan kuotanya sebanyak 29, jadi peserta mini lokakarya ini terdiri dari bidan serta perwakilan kader”, ujarnya ke jurnalis zonainvestigasi.com biro Sampang.
“Dengan kegiatan lokakarya ini, kami berharap agar permasalahan serta kendala prioritas yang sedang dihadapi bisa kita pecahkan bersama.
Tadi kita juga membahas tentang MBG, dan TPK sendiri merupakan pendamping keluarga di bawah sehingga mereka (TPK) bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan pihak SPPG untuk memantau pendistribusian MBG ke penerimaan manfaat”, kata Koordinator Penyuluh KB itu.
“Selain itu, dengan adanya kolaborasi tersebut maka harapan kami juga nantinya dapat bisa memantau MBG itu sehingga dengan begitu kita dapat melakukan pencegahan dan dapat melakukan percepatan penurunan stunting tersebut akan sesuai targetnya, yaitu di tahun 2045 Indonesia menjadi generasi emas”, pungkasnya.
#(is-one)#

