Lanchenk Semeru Meriahkan Parade Musik Tradisional Madura Di Kabupaten Sampang

Sampang.(zonainvestigasi.com) – Pagelaran parade musik tradisional Pulau Madura yakni Daol Combo Duk merupakan salah satu acara tahunan yang biasanya di gelar sekitar satu minggu setelah hari raya Idul Fitri dan biasanya parade musik tradisional itu sendiri dilaksanakan pada malam hari.

Kali ini acara tersebut dibagi dalam dua tahap, yaitu untuk parade musik tradisional Daol Combo dilaksanakan pada hari Sabtu malam tanggal 05 April 2025 sedangkan Daol Duk-Duk digelar malam ini yang dibuka langsung sekitar jam 21.00 Wib oleh Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi bersama Wakil Bupati Sampang, KH. Achmad Mahfudz AQ. Minggu malam (06/04/2025).

Adapun jumlah peserta dari Daol Combo sebanyak 28 peserta, sedangkan untuk Daol Duk-Duk sendiri berjumlah 39 peserta dan Lanchenk Semeru ikut berpartisipasi dalam kegiatan parade musik tradisional Pulau Madura tersebut dengan nomer urut 29 di Daol Duk-Duk.

Pimpinan Daol Duk-Duk Lanchenk Semeru, Moh. Ali yang juga Ketua RT 05/RW 03 Kelurahan Rongtengah Kecamatan/Kabupaten Sampang itu menjelaskan bahwa selama kurun waktu tiga tahun berturut-turut kampungnya berpartisipasi mengikuti parade musik tradisional tersebut khususnya Daol Duk-Duk.

“Selain melestarikan kebudayaan seni musik tradisional yang sudah turun temurun dari nenek moyang kita.
Kami juga menampung para pemuda pemudi disini agar jiwa seninya bisa tersalurkan melalui musik tradisional ini sehingga dengan begitu tidak terjerumus terhadap kenakalan remaja dan terjerumus ke hal-hal negatif”, jelasnya.

“Dengan penyaluran kreativitas seni musik tradisional khususnya daol duk-duk ini maka para pemuda pemudi yang berjumlah sekitar 20 ini nantinya bisa meneruskan kepada anak cucunya sehingga kesenian tradisional ini tetap terjaga dan sudah merupakan tradisi masyarakat Madura khususnya warga Kabupaten Sampang”, ujarnya.

“Kami berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang untuk tetap menggelar kegiatan ini dan parade musik tradisional daol combo duk ini wajib sebagai agenda tahunan, karena acara seperti ini merupakan hiburan rakyat sekaligus melestarikan kebudayaan terutama di seni musik.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menjaga serta melestarikan kebudayaannya”, pungkasnya.

  #(is-one)#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *