Kades Lantek Barat Gelar Lomba Selama 4 Hari, Meriahkan HUT ke-80 RI

Bangkalan, zonainvestigasi.com – Suasana penuh kebersamaan dan keceriaan mewarnai Desa Lantek Barat, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, selama empat hari berturut-turut, mulai Minggu hingga Rabu (18–21/8/2025). Ratusan warga dari berbagai kalangan tumpah ruah mengikuti aneka kegiatan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Ratusan masyarakat Lantek Barat saat menyaksikan Daul dan tarian khas madura

Perayaan dimulai pada hari Minggu dengan jalan sehat dan senam bersama. Setelah itu, rangkaian lomba rakyat menghadirkan gelak tawa sekaligus memupuk semangat sportivitas. Tarik tambang membuat penonton berdebar, lomba membawa tampan bambu di atas kepala menguji keseimbangan, hingga lomba mencari bebek dengan mata tertutup sukses mencuri perhatian warga.

Kades Lantek Barat Muhammad Hosen saat memberikan hadiah utama kepada sang juara lomba

Tak ketinggalan, anak-anak tampak riang mengikuti lomba lari karung, sementara orang tua asyik adu strategi dalam lomba kartu remi. Setiap momen menjadi ruang interaksi hangat, mempererat ikatan sosial antarwarga.

Kemeriahan berlanjut hingga malam penutupan pada Rabu (21/8). Tabuhan khas kesenian Daul Madura menggema, berpadu dengan tarian tradisional yang memukau. Kehadirannya menegaskan kuatnya tradisi budaya lokal yang tetap terjaga di tengah modernitas.

Kades Lantek Barat Bersama istri tercinta Noviani Arisanti saat menyambut masyarakat

Dalam sambutannya, Kepala Desa Lantek Barat, Mohammad Hosen, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar hiburan, melainkan wujud rasa syukur atas kemerdekaan.

“Alhamdulillah, tahun ini kita bisa merayakan HUT RI ke-80 dengan penuh semangat. Saya bangga melihat antusiasme masyarakat. Ini bukti nyata kecintaan warga Lantek Barat terhadap tanah air,” ujarnya.

Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan adalah menjaga kebersamaan.

“Menang atau kalah bukan hal utama. Yang penting, kita bisa merasakan persaudaraan dan memperkuat semangat gotong royong,” tambahnya.

Kades Hosen juga berkomitmen menjadikan perayaan semacam ini sebagai tradisi tahunan.

“InsyaAllah tahun depan kita buat lebih meriah lagi. Selain melestarikan lomba rakyat, kita juga ingin memperkenalkan budaya Madura kepada generasi muda,” jelasnya.

Antusiasme warga pun terasa nyata. Marupa, seorang ibu rumah tangga, warga Lantek Barat, yang berhasil menjadi juara 1 membawa tampan dikepala mengaku bahwa acara ini membangkitkan kenangan masa kecil.

“Rasanya seperti kembali ke zaman dulu. Bisa tertawa bareng tetangga lewat lomba bikin desa terasa lebih akrab,” tuturnya.

Sementara itu, Abdul Rozak, pemuda desa yang ikut lomba tarik tambang, mengaku bangga bisa turut serta.

“Capek sih, tapi seru sekali. Kami bisa kompak bersama teman-teman, apalagi ditonton banyak warga. Bangga bisa merayakan kemerdekaan dengan cara ini,” katanya.

Malam penutupan menjadi momen yang penuh makna. Kades Mohammad Hosen bersama istri tercinta, Noviani Arisanti, tampak duduk di tengah warga, ikut menikmati lantunan tabuhan Daul Madura dan tarian khas Madura. Kehadiran keduanya menambah kehangatan suasana, seakan menegaskan bahwa kemerdekaan dirayakan dengan kebersamaan tanpa sekat antara pemimpin dan masyarakat.

Bagi masyarakat Lantek Barat, peringatan HUT ke-80 RI bukan sekadar hiburan, melainkan momentum mempererat persatuan, menghidupkan kembali semangat gotong royong, sekaligus melestarikan budaya warisan leluhur.

(Muallam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *