Korda BEM Kab Sampang, Emosi Kalahkan Rasionalis Demonstrasi Hingga Rusak Fasum Alun-alun Trunojoyo

Sampang.(zonainvestigasi.com) – Ratusan massa Kabupaten melakukan aksi demo, dan menuntut Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) agar segera dilaksanakan di tahun 2026.
Unjuk rasa tersebut merupakan bentuk nyata suatu demokrasi, tqpi bukan hanya sekadar amarah seperti para preman di jalanan, mereka melakukan aksi karena haknya diabaikan dan itu sah-sah saja, sebab diam berarti tunduk pada ketidakadilan.
Akan tetapi perjuangan aksi demo itu sendiri ternodai oleh segelintir oknum yang tidak bertanggungjawab dan bertindak tanpa akal sehat, tanpa dipikirkan sebab akibatnya.
Sangat di sayangkan, mereka melakukan pengrusakan terhadap fasilitas umum dan juga taman di Alun-alun Trunojoyo sebagai icon serta kebanggaan masyarakat Kabupaten Sampang juga dihancurkan, sehingga citra gerakan rakyat tersebut tercoreng.
Inilah penyebab gerakan itu kehilangan wibawa dan integritas, karena mereka bukan pejuang, tapi anarkis serta perusak yang menumpang di atas penderitaan rakyat secara keseluruhan sehingga menjadi cemohoan masyarakat luas, khususnya warga Sampang sendiri.
Iftitahul Elmy selaku Koordinator Daerah (Korda) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabupaten Sampang menyatakan bahwa
demonstrasi adalah wujud nyata dari kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi, namun kebebasan itu tidak seharusnya melahirkan kekacauan dan kerusakan serta perbuatan anarkis. Rabu (29/10/2025).
“Ketika emosi mengalahkan rasionalitas, substansi perjuangan menjadi kabur, dan yang tersisa hanyalah citra buruk bagi gerakan sosial itu sendiri.
perubahan sejati tidak lahir dari tindakan anarkis, tetapi dari keberanian menyuarakan kebenaran dengan cara yang bermartabat dan beretika”, ujar aktivis mahasiswa itu.
“Kami selaku aktivis mahasiswa sangat menyayangkan atas tindakan pengunjuk rasa kemarin itu, sebab fasilitas publik yang dirusak adalah milik kita bersama dan dibangun dari keringat rakyat, jadi sudah semestinya harus dijaga, bukan sebaliknya malah dihancurkan, apalagi Alun-alun Trunojoyo itu merupakan icon dan juga kebanggaan masyarakat se Kabupaten Sampang”, lanjut Elmy dengan nada heran.
“Unjuk rasa itu boleh-boleh saja, asalkan terkoordinasi dengan tujuan supaya para pendemo bisa tertib dan kondusif.
Oleh sebab itu, saya berharap kedepannya khususnya kepada pengunjuk rasa agar terlebih dahulu mengetahui dan memahami tata cara serta aturannya agar demonstrasi tersebut menjadi aksi damai, sehingga menimbulkan rasa aman baik bagi pendemo maupun warga sekitar serta masyarakat ataupun pengguna jalan yang sedang melintas.
Mari kita sama-sama memikirkan pembangunan Kabupaten Sampang yang kita cintai ini agar lebih maju lagi, bukan malah tambah dihancurkan”, pungkasnya ke jurnalis Zona Investigasi.com biro Sampang.
#(is-one)#

