Sipropam Polres Bangkalan Sosialisasikan QR Code Dumas Online di Terminal, Dorong Budaya Melapor yang Sehat
Bangkalan, zonainvestigasi.com – Komitmen menciptakan institusi yang semakin profesional, bersih, dan bertanggung jawab terus diperkuat jajaran Polres Bangkalan. Kali ini, Sipropam Polres Bangkalan menggelar sosialisasi QR Code Dumas Online Divpropam Polri di Terminal Bangkalan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Plt Kasipropam Polres Bangkalan IPDA Rezaki Ana Mustaqim, S.H., M.H., bersama anggota Sipropam dengan menyasar masyarakat yang beraktivitas di area terminal.
IPDA Rezaki menjelaskan bahwa pemilihan Terminal Bangkalan sebagai lokasi sosialisasi bukan tanpa alasan.
“Terminal merupakan ruang publik yang setiap hari bersentuhan langsung dengan dinamika masyarakat lapangan, seperti sopir angkutan umum, kernet, pedagang, dan para penumpang. Di sinilah interaksi antara anggota Polri dan masyarakat sering terjadi. Karena itu, kami ingin memastikan masyarakat memahami haknya untuk melapor apabila menemukan adanya penyimpangan,” ujarnya.
Ia menegaskan, inovasi QR Code Dumas Online yang digagas Divisi Profesi dan Pengamanan Polri bertujuan memudahkan masyarakat dalam menyampaikan laporan atau aduan terkait dugaan pelanggaran anggota Polri secara cepat, transparan, dan akuntabel.
“Melalui QR Code Dumas Online ini, masyarakat tidak perlu lagi ragu atau kesulitan untuk melapor. Cukup dengan memindai kode QR yang telah kami sediakan, laporan bisa langsung tersampaikan secara resmi. Identitas pelapor kami jamin kerahasiaannya, dan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran oleh oknum anggota Polri.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk ikut mengawasi. Ini bagian dari komitmen kami untuk terus berbenah dan menjadi lebih baik. Jangan menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya di media sosial. Jika ada dugaan pelanggaran, laporkan melalui saluran resmi agar dapat diproses secara profesional,” imbuhnya.
Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara aparat dan masyarakat. Sejumlah warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, serta harapan terkait pelayanan kepolisian di lapangan. Suasana berlangsung interaktif dan penuh keterbukaan.
Menurut IPDA Rezaki, kehadiran Dumas Online bukan sekadar inovasi digital, melainkan jembatan komunikasi antara masyarakat dan institusi kepolisian.
“Pengawasan terhadap Polri bukan hanya dilakukan secara internal, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Dengan adanya QR Code Dumas Online ini, kami ingin membangun budaya melapor yang sehat, sehingga institusi Polri semakin profesional, bersih, dan dipercaya publik,” pungkasnya.
(tan)/M)

