Naga Hijau “Agung Putra” Mengamuk di Parade Dug-Dug Sampang, Penonton Tersihir!

SAMPANG (zonainvestigasi.com) – Kemegahan budaya lokal kembali mengguncang Kabupaten Sampang dalam gelaran Parade Combodug 2026.
Ribuan warga tumpah ruah memadati sepanjang jalur protokol, dari Alun-alun Trunojoyo hingga Monumen Trunojoyo, menikmati parade spektakuler bertajuk “Telasen e Sampang”.
Sorotan utama tertuju pada penampilan Daol Dug-dug “Agung Putra” yang tampil pada nomor urut 20. Mengusung dekorasi Naga Hijau yang mencolok dan megah, kelompok ini sukses “mengamuk” di tengah arena dengan suguhan musik enerjik yang memadukan unsur tradisional dan kontemporer.
Di bawah komando Ach. Karimulah, penampilan Agung Putra tak hanya memanjakan mata, tetapi juga mengguncang suasana dengan irama perkusi yang rancak dan penuh energi.
Kekompakan para pemain yang mayoritas merupakan remaja dan anak-anak dari Kampung Pliyang, Desa Tanggumong, menjadi kekuatan utama dalam setiap hentakan musik yang ditampilkan.
Ach. Karimulah mengungkapkan, aransemen musik yang dibawakan merupakan hasil latihan panjang selama berbulan-bulan. Inovasi sengaja dilakukan untuk menjaga eksistensi seni tradisional agar tetap hidup dan diminati generasi muda.
“Semua pemain adalah anak-anak muda dari kampung kami. Mereka berlatih dengan kreativitas sendiri hingga menghasilkan paduan musik yang kompak dan berkarakter,” ujarnya, Sabtu (28/03/2026).
Menurut pria yang akrab disapa Arik itu, keterlibatan generasi muda dalam kesenian tradisional bukan hanya soal pelestarian budaya, tetapi juga sebagai benteng dari pengaruh negatif.
“Kami ingin mereka punya wadah positif. Dengan berkesenian, mereka tidak mudah terjerumus ke balap liar, miras, hingga narkoba,” tegasnya.
Lebih jauh, Arik berharap Parade Combodug tidak hanya menjadi agenda tahunan semata, tetapi mampu berkembang menjadi ikon wisata budaya berskala nasional bahkan internasional.
“Harapannya, kegiatan ini terus konsisten digelar dengan dukungan penuh dari pemerintah, agar para pelaku seni bisa terus berkarya dan berinovasi,” pungkasnya.
Dari pantauan jurnalis zonainvestigasi.com biro Sampang, parade daol dug-dug diikuti oleh 34 peserta dan dimulai pukul 20.00 WIB.
Acara tersebut secara resmi dilepas oleh Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, dan menjadi bagian dari tradisi tahunan yang digelar setiap H+8 Idul Fitri. ( Is- one )

