Surabaya Darurat Curanmor: Joki Diciduk di Rungkut, Komplotan Penggasak Motor Petugas Kebersihan Masih Berkeliaran

zonainvestigasi.com

SURABAYA, zonainvestigasi.com — Wajah kriminalitas jalanan di Kota Surabaya kembali menampar rasa aman publik. Kali ini, yang menjadi korban bukan warga biasa, melainkan petugas kebersihan Pemkot Surabaya yang tengah menjalankan tugasnya saat motor miliknya digasak komplotan curanmor.

Peristiwa terjadi di Jalan Dharmahusada Indah Barat, Gubeng, saat korban memarkir sepeda motornya dalam kondisi terkunci setir untuk menyapu jalan.

Namun dalam waktu singkat, kendaraan tersebut raib tanpa jejak—menggambarkan betapa rentannya ruang publik dari aksi pencurian.

Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya bergerak cepat dan berhasil meringkus satu pelaku berinisial FRS (20) di kawasan Rungkut, Selasa (31/3/2026).

Pelaku sempat bersembunyi di rumah rekannya untuk menghindari kejaran polisi.

Namun, penangkapan ini belum menyentuh inti persoalan. FRS hanyalah “joki”,

sementara eksekutor utama berinisial SBO hingga kini masih bebas dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

Lebih mengkhawatirkan, sosok ini disebut sebagai residivis yang kerap keluar-masuk penjara namun tetap leluasa kembali menjalankan aksinya.

Dalam aksinya, komplotan ini bekerja sistematis. FRS bertugas mengawasi situasi, sementara eksekutor mengeksekusi pencurian dengan merusak kunci motor menggunakan alat khusus.

Bahkan, motor hasil curian sempat disembunyikan di area parkir tempat perbelanjaan di Rungkut untuk mengelabui petugas.

Fakta lain yang tak kalah mencengangkan, tersangka mengaku menyasar kendaraan yang diparkir di tepi jalan tanpa pengawasan, menandakan pola kejahatan yang terus berulang tanpa pencegahan serius.

Kasus ini kembali membuka luka lama:
Curanmor masih menjadi ancaman nyata di Surabaya
Titik rawan minim pengawasan dan pengamanan
Residivis masih bebas mengulang kejahatan yang sama
Ironisnya,
korban adalah petugas kebersihan—pekerja lapangan yang justru berkontribusi menjaga kota tetap bersih dan layak huni.

Hingga kini, polisi masih memburu pelaku utama. Namun selama jaringan ini belum dibongkar tuntas, publik hanya akan disuguhi pola lama: satu pelaku ditangkap, yang lain terus berkeliaran. ( zaini )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *