MAUT DI DEPAN MATA! Penutup Gorong-Gorong Raib di Jalan Raya Gedangan, Pengendara Dibiarkan Bertaruh Nyawa

Sidoarjo, zonainvestigasi.com — Ancaman kecelakaan mengintai pengguna jalan di Jalan Raya Gedangan, Sidoarjo, setelah penutup gorong-gorong dilaporkan hilang pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Pantauan di lokasi menunjukkan sebuah lubang menganga di badan jalan yang hanya ditandai secara darurat menggunakan kayu bekas, papan, dan boks plastik, serta sebuah batu beton di bagian depan.
Penanda seadanya ini jauh dari standar keselamatan dan sangat berisiko, terutama bagi pengendara yang melintas dengan kecepatan normal.
Arus lalu lintas di ruas tersebut terpantau cukup padat, didominasi kendaraan roda dua dan roda empat.
Kondisi jalan yang relatif lurus justru membuat pengendara rentan lengah, terlebih jika melintas pada malam hari saat pencahayaan terbatas.
Situasi ini dinilai sangat membahayakan.
Pengendara motor berpotensi:
Terperosok langsung ke dalam lubang,
Terjatuh akibat menghindar mendadak,
Hingga menabrak penanda darurat yang tidak terlihat jelas.
Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir dengan kondisi tersebut.
“Ini sudah sangat membahayakan. Kalau malam hari bisa tidak kelihatan sama sekali.
Sudah seharusnya cepat ditangani, jangan sampai menunggu korban,” ujarnya.
Ketiadaan penutup gorong-gorong ini memunculkan dugaan pencurian material besi, yang belakangan marak terjadi di sejumlah titik.
Dikonfirmasi terpisah, pihak Polsek Gedangan mengaku telah menerima laporan terkait kondisi tersebut.
“Kami sudah menerima informasi dari masyarakat.
Untuk sementara akan kami lakukan pengamanan di lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar segera dilakukan perbaikan,” ujar anggota Polsek Gedangan, Senin (6/4/2026).
Polisi juga mengimbau pengendara agar lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melintas di titik tersebut, serta memastikan akan meningkatkan patroli guna mengantisipasi kecelakaan dan menelusuri dugaan pencurian.
Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya penanganan permanen dari dinas terkait.
Minimnya rambu resmi dan lambannya respons mempertegas lemahnya pengawasan terhadap fasilitas umum.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin lubang maut di tengah jalan ini akan memakan korban.
Desakan publik pun menguat agar pihak berwenang tidak lagi menunggu jatuhnya korban jiwa untuk bertindak. ( Bayu )

