Ketua MCS Semprot Medco Energi di Forum Media: Pers Bukan Alat Pencitraan Korporasi
Sampang (Zonainvestigasi.com) – Forum silaturahmi dan edukasi media yang digelar SKK Migas Perwakilan Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) bersama Medco Energi Sampang Pty.
Ltd di Hotel Panglima, Jalan Panglima Soedirman, Kabupaten Sampang, Rabu (15/07/2026), diwarnai kritik tajam dari kalangan insan pers.
Kegiatan bertema “Memperkuat Sinergi SKK Migas–Medco Energi bersama Insan Media Sampang dalam Mendukung Ketahanan Energi Nasional” itu dinilai sebagian jurnalis belum sepenuhnya mencerminkan hubungan kemitraan yang setara antara perusahaan dan media.
Sejumlah peserta berharap forum semacam ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian informasi satu arah, tetapi juga membuka ruang dialog yang transparan dan konstruktif.
Kritik tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Media Center Sampang (MCS) sekaligus Penasihat PWI Sampang, Fathor Rahman, S.Sos atau yang akrab disapa Mamang.
Dalam sesi dialog interaktif, ia mempertanyakan komitmen transparansi SKK Migas dan Medco Energi, terutama ketika menghadapi isu-isu strategis seperti dampak lingkungan, operasional perusahaan, serta kepentingan masyarakat di sekitar wilayah kerja migas.
Menurutnya, hubungan antara perusahaan dan media harus dibangun di atas profesionalisme, bukan sekadar komunikasi yang berlangsung ketika perusahaan membutuhkan pemberitaan positif.
“Sinergitas yang sehat itu menempatkan media sebagai mitra dialog yang cerdas untuk mengedukasi publik dengan data yang valid.
Di sisi lain, insan pers harus tetap berdiri sebagai watchdog yang konstruktif, mendukung ketahanan energi nasional namun tetap kritis terhadap tata kelola, kelestarian lingkungan, dan keadilan bagi masyarakat lokal Sampang,” tegas Mamang.
Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kecenderungan media yang hanya dilibatkan secara formal ketika perusahaan membutuhkan ruang publikasi untuk menjaga citra.
Sorotan semakin menguat ketika, menurut pantauan Zonainvestigasi.com, Humas Medco Energi, Rusdi, membagikan draf rilis berita kepada para jurnalis saat acara masih berlangsung.
Praktik tersebut memunculkan beragam tanggapan dari peserta.
Sebagian kalangan menilai penyediaan draf rilis merupakan hal yang lazim sebagai bahan informasi awal, namun sebagian lainnya berpendapat bahwa isi rilis tetap harus diverifikasi dan dikembangkan secara independen oleh setiap media agar prinsip-prinsip jurnalisme tetap terjaga.
Mamang menegaskan bahwa media harus tetap menjaga independensi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
“Media tidak boleh kehilangan independensinya.
Jurnalis tetap harus melakukan verifikasi, konfirmasi, dan investigasi agar pemberitaan yang disajikan kepada publik tetap berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan perwakilan perusahaan, di antaranya Ary Dwipermana (Senior Manager Relations & Security Offshore Medco Energi), Hartono (Manager Field Relations & Community Enhancement East Java), Danof Daniel (Manager Media Relations Medco E&P), perwakilan SKK Migas Jabanusa, Direktur Utama PT Geliat Sampang Mandiri (GSM) Moh.
Tamsul, SE, serta Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sampang Kustantia, S.Si.
Dalam sesi tanya jawab, kritik yang disampaikan Ketua MCS terkait pola komunikasi perusahaan dan pembagian draf rilis belum mendapat tanggapan secara rinci dari pihak manajemen Medco Energi.
Kondisi tersebut memunculkan harapan dari sejumlah insan pers agar ke depan ruang dialog antara perusahaan dan media dapat berlangsung lebih terbuka, transparan, dan saling menghargai peran masing-masing.
(is-one)

