Bukan Sekadar Pajangan! Forum Anak Sampang ‘Turun Gunung’ Gerakkan Budaya Literasi di Festival 2026
SAMPANG, zonainvestigasi.com – Festival Literasi Sampang 2026 bukan sekadar ajang pameran buku dan karya. Di tengah geliat budaya baca, suara anak-anak ikut mengambil ruang.
Forum Anak Kabupaten Sampang tampil aktif, membawa pesan bahwa generasi muda bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga memiliki hak untuk bersuara, berkarya dan berpartisipasi.
Mengusung tema “Literasi Berakar, Budaya Berkibar Menuju Sampang Hebat Bermartabat Plus”, Festival Literasi Sampang 2026 digelar selama tiga hari, 21–23 September 2026, di Gedung Perpustakaan Umum Jalan Merapi, kawasan Monumen Trunojoyo, Kabupaten Sampang.
Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispursip) Kabupaten Sampang tersebut turut melibatkan Forum Anak di bawah naungan Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos PPA) Kabupaten Sampang.
Keterlibatan Forum Anak menjadi salah satu warna tersendiri dalam festival tersebut.
Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi didorong menjadi pelopor, kreator sekaligus komunikator literasi di lingkungan sebaya.
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinsos PPA Kabupaten Sampang, Masruroh, SE, mengatakan partisipasi Forum Anak dalam Festival Literasi berkaitan erat dengan penguatan peran anak, termasuk melalui Informasi Layanan Anak (ILA) dalam mendukung Klaster I Kabupaten Layak Anak.
“Peran Forum Anak dalam Informasi Layanan Anak (ILA) merupakan bagian dalam mendukung Klaster I Kabupaten Layak Anak.
Dalam pameran literasi ini, anak-anak dilibatkan secara aktif sebagai penggerak, kreator dan komunikator untuk mempromosikan budaya baca sekaligus menyuarakan partisipasi anak,” ujar Masruroh.
Menurutnya, ada sejumlah bentuk keterlibatan Forum Anak dalam festival tersebut.
Di antaranya menjadi pelopor literasi dengan menampilkan karya tulis, mendongeng, serta memamerkan berbagai kreativitas anak.
Selain itu, Forum Anak juga dapat mengisi kegiatan interaktif seperti pojok baca anak, diskusi buku ramah anak, pelatihan seni dan menggambar bagi para pengunjung.
Tidak kalah penting, Forum Anak juga memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi mengenai pentingnya akses ruang baca dan fasilitas informasi yang aman serta inklusif bagi anak.
“Dengan adanya Festival Literasi ini dapat meningkatkan kesadaran serta budaya membaca.
Kami berharap keterlibatan Forum Anak dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya literasi sejak usia dini dan kreativitas generasi muda,” jelasnya.
Masruroh menegaskan, literasi bagi anak tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis.
Lebih jauh, literasi dapat menjadi pintu bagi anak untuk memperoleh pengetahuan, mengenali hak-haknya, memahami lingkungan sosial, serta berani menyampaikan pendapat secara positif.
Menurutnya, keberadaan Forum Anak juga diharapkan mampu menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk berkumpul, berbagi pengetahuan, berkreasi dan mengekspresikan diri.
“Wadah partisipasi dan ekspresi anak ini diharapkan dapat menjadi ruang aman bagi anak untuk berkumpul, berbagi pengetahuan dan berkreasi.
Hal tersebut sejalan dengan hak anak untuk berpartisipasi dalam pembangunan serta memiliki kebebasan untuk menyampaikan pendapat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dinsos PPA Kabupaten Sampang berharap semangat literasi yang dibangun melalui festival tersebut tidak berhenti di lokasi kegiatan.
Anggota Forum Anak diharapkan mampu membawa budaya membaca dan berbagai nilai positif yang diperoleh selama festival ke lingkungan masing-masing, terutama kepada teman sebaya.
“Kami juga berharap anggota Forum Anak dapat menularkan budaya literasi dan nilai-nilai positif kepada teman sebaya di lingkungan mereka masing-masing.
Literasi dapat menjadi sarana untuk memperluas wawasan anak tentang hak-hak mereka, termasuk perlindungan anak dan berbagai risiko sosial,” pungkas Masruroh kepada jurnalis zonainvestigasi.com.
Festival Literasi Sampang 2026 pun menjadi momentum bahwa suara anak layak mendapat ruang.
Sebab, ketika anak diberi kesempatan membaca, berkarya dan berbicara, mereka tidak hanya menjadi penikmat pembangunan, tetapi ikut mengambil bagian dalam menentukan masa depan daerahnya.
(is-one)

