GEBRAKAN AGUS YANTO DI RUTAN SAMPANG! UBAH WAJAH KUMUH, ATASI KENDALA AIR BERSIH, SEPTIC TANK RUSAK IKUT DIBENAHI

SAMPANG, zonainvestigasi.com – Baru menjabat sebagai Kepala UPT Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sampang, Agus Yanto langsung bergerak melakukan pembenahan.

Bangunan yang dinilai kurang terawat mulai direnovasi, persoalan pasokan air bersih ditangani, hingga fasilitas sanitasi yang rusak ikut diperbaiki.

Gebrakan tersebut menjadi langkah awal untuk mengubah wajah rutan agar lebih bersih, tertata, dan layak bagi warga binaan.

Rutan Kelas IIB Sampang yang berlokasi di Jalan KH. Wahid Hasyim, Kabupaten Sampang, sebelumnya dinilai membutuhkan banyak pembenahan.

Kondisi sejumlah bagian bangunan dan lingkungan menjadi perhatian Agus sejak pertama kali bertugas.

Alih-alih membiarkan kondisi tersebut berlarut-larut, Agus mulai membenahi sejumlah fasilitas, baik di dalam gedung maupun di area luar rutan. Ruangan kepala rutan direnovasi, pendopo depan ditata, sementara lingkungan sekitar dibersihkan agar tidak lagi terkesan kumuh
Kepada jurnalis zonainvestigasi.com biro Sampang, Kamis (22/10/2026), Agus mengatakan bahwa pembenahan dilakukan karena dirinya prihatin melihat kondisi awal lingkungan rutan yang dinilai kurang terawat.

“Setibanya di sini, saya prihatin karena kondisinya terlihat kumuh.

Karena itu, saya mempunyai program untuk membenahi seluruh ruangan. Di antaranya, ruangan kepala rutan dan pendopo depan agar terlihat lebih bagus dan tertata seperti kantor pemerintahan lainnya,” ungkap Agus di ruang kerjanya.

BUKAN SEKADAR MEMPERINDAH GEDUNG, AIR BERSIH JADI PRIORITAS
Pembenahan yang dilakukan Agus tidak hanya menyentuh tampilan fisik bangunan.

Salah satu persoalan mendesak yang menjadi perhatian adalah pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga binaan.

Menurut Agus, pasokan air sebelumnya menjadi kendala yang perlu segera dicarikan solusi.

Pihak rutan kemudian meminta bantuan mobil tangki melalui kantor wilayah agar kebutuhan air bersih dapat terpenuhi.
Upaya tersebut, kata dia, mulai memberikan hasil.

Pasokan air dilakukan sekitar tiga hingga empat tangki untuk mendukung kebutuhan penghuni rutan.

“Alhamdulillah, persoalan air bersih sudah kami atasi.

Kami mendapat suplai sekitar tiga atau empat tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih di dalam rutan,” jelasnya.

Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi warga binaan, terutama untuk menjaga kebersihan diri, sanitasi, dan kesehatan. Karena itu, keberlanjutan pasokan menjadi hal penting agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.

SEPTIC TANK RUSAK, PEMBENAHAN SANITASI TAK BISA DITUNDA
Persoalan lain ditemukan pada septic tank di sisi barat kompleks rutan.

Fasilitas tersebut dilaporkan mengalami kerusakan dan tidak lagi mampu menampung limbah secara optimal.

Kondisi itu mendorong pihak rutan melakukan pengurasan, penggalian, serta renovasi septic tank untuk memperbaiki sistem pembuangan limbah.

“Setelah kami amati, ternyata septic tank di sebelah barat sudah rusak karena tidak mampu lagi menampung limbah.

Karena itu, kami melakukan pengurasan, penggalian, dan renovasi kembali,” ujar Agus.

Perbaikan tersebut menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas sanitasi.

Sebab, bangunan yang terlihat bagus tidak akan cukup apabila fasilitas dasar, kebersihan, dan sistem pembuangan limbahnya tidak berfungsi dengan baik.

SEMAK BELUKAR DIBERSIHKAN, LAHAN KOSONG DIMANFAATKAN
Pembenahan juga dilakukan di sisi timur gedung rutan.
Area yang sebelumnya dipenuhi semak belukar mulai dibersihkan, kemudian dimanfaatkan untuk menanam sayuran dan menghadirkan ruang terbuka hijau.

Penataan ini diharapkan membuat lingkungan rutan menjadi lebih asri dan tertata.

Lahan yang sebelumnya kurang terawat kini diarahkan agar memiliki fungsi yang lebih bermanfaat.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembenahan tidak hanya berfokus pada ruangan kantor, tetapi juga menyasar lingkungan tempat warga binaan menjalani keseharian.

AGUS INGIN WARGA BINAAN MERASA DIPERHATIKAN

Selain memperbaiki fasilitas, Agus menekankan pentingnya membangun komunikasi dan pendekatan kekeluargaan dengan warga binaan.

Menurutnya, interaksi dan kolaborasi menjadi bagian penting untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif di dalam rutan.

Warga binaan perlu mendapatkan perhatian dan diperlakukan secara manusiawi, tanpa mengesampingkan aturan maupun kedisiplinan.

Agus mengaku bersyukur karena berdasarkan pengamatan dan interaksi yang dilakukan, para penghuni menunjukkan respons positif terhadap pendekatan tersebut.

Ia berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa penahanan atau pidana, tetapi juga memperoleh lingkungan yang mendukung proses pembinaan.

TANTANGAN BERIKUTNYA: JANGAN SAMPAI PEMBENAHAN BERHENTI DI TENGAH JALAN

Berbagai langkah yang dilakukan Agus Yanto menjadi pekerjaan awal untuk memperbaiki kondisi Rutan Kelas IIB Sampang. Namun, pembenahan tersebut tetap membutuhkan pemeliharaan dan pengawasan secara berkelanjutan.

Pasokan air bersih harus terjaga, fasilitas sanitasi perlu dipastikan berfungsi dengan baik, dan kebersihan lingkungan harus menjadi rutinitas.

Pelayanan kepada warga binaan serta keluarga yang datang menjenguk juga menjadi bagian penting dari kualitas pengelolaan rutan.

Agus yang berasal dari Kabupaten Ponorogo dan merupakan ayah empat anak itu berharap perubahan yang dilakukan mampu mengikis stigma masyarakat terhadap rutan sebagai tempat yang identik dengan kondisi kumuh dan kotor.

“Harapan kami, rutan ini menjadi tempat yang layak dan nyaman bagi warga binaan.

Petugas maupun keluarga yang datang membesuk juga merasa nyaman ketika berada di sini,” pungkasnya.

Kini, pembenahan mulai berjalan di Rutan Kelas IIB Sampang. Publik tentu berharap langkah tersebut tidak berhenti sebatas renovasi dan penataan lingkungan, tetapi berlanjut menjadi perbaikan nyata dalam kebersihan, pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan, dan pembinaan warga binaan.

(is-one)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *