Puncak HKN Ke-59 Akan Digelar Pada 2 Desember 2023 Di Mandhapa Agung
Pamekasan,Zona investigasi.com-Puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 tahun 2023 yang akan digelar pada Minggu 2 Desember 2023 oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur di Mandhapa Agung Ronggosukowati.
Seremonial HKN ke-59 yang akan digelar pada 2 Desember 2023 Minggu mendatang, dijelaskan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdinkes) sekaligus Ketua Panitia kegiatan tersebut M. Johan Agung Darsono yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan dr. Saifuddin,M.Si saat ditemui diruang kerjanya mengatakan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) yang telah merilis tema HKN ke-59 dan Logo HKN ini dengan tema yang diusung ” Transformasi Kesehatan Untuk Indonesia Maju”.
Masih lanjut, Sekdinkes menambahkan diperingatinya Hari Kesehatan Nasional ke-59 tahun memiliki tujuan sebagai momentum membangun kesadaran mayarakat Indonesia tentang betapa pentingnya sebuah kesehatan, Kamis (30/11/2023).
“Hari Kesehatan Nasional uang ke-59 tahun ini diperingati yang bertujuan membangun kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya sebuah kesehatan,” ujarnya Johan sapaan akrabnya.
Menurutnya, dengan tema ” Transformasi Kesehatan Untuk Indonesia Maju ” yang dirilis oleh Kemendes RI ini.
Nah yang dimaksud untuk Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju tersebut ada beberapa profil atau ada beberapa hal yang perlu kita tanam dalam-dalam yaitu diantaranya ada 6 pilar dalam Transformasi yang meliputi dari,
- Layanan Primer
- Penyuluhan
- Sistem ketahanan kesehatan
- Sistem pentingnya kesehatan
- SDM kesehatan dan
- Transformasi tehnologi kesehatan.
Ke enam (6) pilar transformasi ini semuanya yang harus kita giatkan yang bagaimana menuju transformasi kesehatan untuk Indonesia maju diera yang akan datang. Yang tentunya kalau sudah masalah ini yang kita pikirkan maka sekaligus kita juga harus bisa menindak lanjuti bagaimana berpikir dengan bertindak lanjut tentang kesehatan tersebut menuju Indonesia maju.
Artinya, dari lahir sampai ke liang lahat masyarakat /rakyat Indonesia harus sehat dengan tidak mengutamakan kuratif akan tetapi mengutamakan preventif yang maksudnya adalah lebih baik mencegah dari pada mengobati,” ungkapnya.
Dalam transformasi kesehatan ini yang hadir itu bukan hanya orang yang sakit saja, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pencegahan, komunikasi, informasi, bagaimana proses pola gaya hidup yang sehat, itu yang terpenting,imbuhnya. (M/Hn)

