Cover U Ditch di Jalan Sunan Kalijaga Pecah, Tim Investigasi MPPK2N Menduga Ada Pengurangan Volume

Malang-Zonainvestigasi.com – Proyek Pelebaran Jalan, di Jalan Sunan Kalijaga Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Jawa Timur (Jatim), milik Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, yang berasal dari dana APBD Tahun Anggaran 2023, dengan nilai pag sebesar 2,8 Milyar, belum sampai satu bulan Cover U Ditch sudah pecah.

Menyikapi hal tersebut, Tim Investigasi Samsul Arifin, dari Masyarakat Pemerhati Pelaku Korupsi Kolusi Dan Nepotisme (MPPK2N) DPW Jatim menyampaikan, jika Cover U Ditch belum dapat satu bulan sudah pecah, Patut diduga ada pengurangan volume di quantity dan kualitas material.

“Dan ini patut dipertanyakan ke satker atau dinas yang menaungi, yaitu PPK kegiatan,” Ucap Samsul Arifin, Selasa (26/12/2023).

Dia menjelaskan, bahwa dalam hal tersebut berdasarkan Undang -Undang No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018, tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dan PP RI No 43 Tahun 2018 Tentang peran serta masyarakat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan PP No 22 Tahun 2020 Pelaksanaan UU No.2 Tahun 2017 Tentang Jasa Kontruksi.

“Paket pekerjaan tersebut patut di pertanyakan ke Satker yang membidangi,” jelasnya.

Dalam hal ini, Samsul Arifin menerangkan, fungsi jurnalis untuk mendorong dan mewujudkan terbentuknya tata kelola pemerintahan yang baik, transparan dan profesional dengan berorientasi pada pelaksanaan program pembangunan nasional maupun di daerah.

Meskipun masih dalam tahap proses perawatan, jurnalis sebagai tugas dari fungsi kontrol sosial (Media Kontrol-red), bisa mempertanyakan kinerja pihak pelaksana kegiatan terkait etos kinerja yang diduga asal jadi.

Hal itu terlihat dan terbukti dari fakta lapangan, bahwa projek di Jalan Sunan Kalijaga belum satu bulan sudah amblas dan membahayakan pengguna jalan. Sehingga manfaat rehabilitasi pelebaran jalan tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Perlu diingat bahwa paket ini berasal dari anggaran keuangan negara.”, ungkapnya.
(M.zhr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *