Festival Dewi Cemara Sumenep Diwarnai Dengan Ricuh Antar Supporter
Sumenep, Zonainvestigasi.com-Festival Dewi Cemara Desa Wisata Cerdas Mandiri merupakan rangkaian kegiatan dari Kalender Of event 2023 yang masuk dalam program kerja di gagas oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disbudporapar) bertempat di Timurnya Taman Adipura Kabupaten Sumenep Sabtu, 04 November 2023.

Pembukaan festival Dewi Cemara yang merupakan kegiatan rutin provinsi Jawa Timur ini di awali dengan Penampilan Musik Tong tong Gong Mania dari Guluk-guluk Sumenep dan Angin Ribut dari Pasongsongan Sumenep di warnai dengan tidak kondusif dan ricuh antar supporter
Pasalnya, Dua grup musik tong tong kesenian Sumenep itu bertikai, di duga karena ada provokasi di antara kedua grup kesenian musik tong tong sehingga terjadi insedin saling lempar batu dan kursi. Bahkan ada barang yang menyerupai bom molotov terlihat di rekaman video amatir warga yang hadir menyaksikan hiburan tersebut.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan seluruh desa Se Jawa Timur, tentunya inseden tersebut sangat memalukan dan secara tidak langsung Bupati Sumenep di tampar Kepala Disbudporapar karena tidak mampu menjaga kota keris ini yang dikenal dengan menjunjung tinggi nilai moral, cinta perdamaian dan santun terhadap orang lain.
Aktivis mahasiswa Pusaka Ach Zainuddin menanggapi, Kegiatan ini seharusnya selaras dengan Tagline Sumenep Kejayaan bukan malah lahir kerusuhan. seni itu seharusnya di nikmati oleh penikmat seni sendiri bukan saling menghancurkan. Ini menunjukkan kepala Disbudporapar tidak mampu memahami secara filosofis Sumenep masa kejayaan.
Sudah tahu belum damai malah di undang dalam waktu yang bersamaan dengan dalih membuat bombastis duel di antara angin ribut dan gong mania, ini kesannya sudah memang mau di adu secara kekuatan dan skil yang ujungnya terjadi kericuhan.
“Ini sudah tidak mencerminkan Kabupaten Sumenep yang dikenal dengan humanis harmonis dan cinta kedamaian.” Ujarnya.
Kalau bicara soal anggaran acara semeriah ini sudah pasti besar dan itu imbasnya terhadap peningkatan APBD Kabupaten Sumenep yang semakin meningkat dengan adanya berapa kegiatan yang sifatnya lenyapkan banyak anggaran ini.
“Jelas dikucurkan dari APBD mencapai 81.000.000. Itu hanya uang kamar tamu saja.” Urainya.
Saat aksi kericuhan antar Supporter berlangsung tampak Kepala Disbudporapar Sumenep Mohammad Iksan, mencoba mendamaikan dengan menggunakan megaphone.
“Acara pertunjukan sudah selesai semua, sekarang Gong Mania dan Angin Ribut silahkan di bongkar”, pungkasnya. (M/HN).

