Polres Sampang Gagal Tangkap Pelaku Kericuhan Jelang Pilkada 2024
Sampang.(zonainvestigasi.com) – Polres Sampang kembali menjadi sorotan setelah insiden terbaru yang mengindikasikan lemahnya penegakan hukum di wilayah tersebut.
Setelah sebelumnya dianggap kecolongan dalam kasus pembunuhan di Desa Ketapang Laok Kecamatan Ketapang yang hanya berhasil menangkap tiga pelaku, kini mereka kembali gagal meringkus seorang pelaku pengancaman dengan senjata tajam di Desa Gunung Rancak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun jurnalis Zona Investigasi.com biro Sampang, pelaku ‘S’ (inisial ) yang menggunakan senjata tajam berupa celurit berhasil melarikan diri sebelum aparat Polres Sampang tiba di lokasi untuk melakukan penangkapan.
Dengan situasi seperti ini menambah catatan hitam terhadap kinerja aparat keamanan di wilayah tersebut, dalam hal ini Polres Sampang sehingga mengundang kritik tajam dari masyarakat.
Kapolres Sampang AKBP Hendro Sukmono, S.iK mengatakan bahwa, pasca kejadian kericuhan tersebut tepatnya, Senin (25/11/2024) kemarin, pihaknya telah mengintruksikan Sat Reskrim Polres Sampang langsung melakukan penyelidikan.
Hasilnya, membenarkan fakta yang ada pada rekaman video viral, sosok pria (S) membawa Sajam jenis celurit.
“Maka jajaran reskrim didampingi BKO Brimob telah melakukan upaya utk mengamankan orang tersebut”, ujarnya.
Bahkan, personil yang bertugas telah menyisir lokasi Desa Gunung Rancak, hingga ke kediamannya namun, S telah melarikan diri.
“Kami tidak akan berhenti sampai di sini saja”, tegasnya.
Pihaknya tidak akan segan-segan bertindak tegas terhadap orang yang merusak situasi Kabupaten Sampang menjadi tidak kondusif.
“Orang tersebut dengan sadar mengancam menggunakan senjata tajam yang menurut UU Darurat No. 12 Th. 1951 Pasal 2 ayat (1) dapat diancam dengan hukuman penjara maksimal 10 Tahun”, jelas Hendro.
Namun, sejumlah kalangan tetap mempertanyakan efektivitas dan kinerja Polres Sampang dalam mengantisipasi dan menangani kejadian-kejadian serupa. Apalagi, kasus ini terjadi tidak lama setelah kontroversi di Ketapang Laok dan kasus intimidasi di Desa Tobai Tengah yang juga dinilai mencoreng wibawa institusi kepolisian.
Masyarakat kini berharap Polres Sampang dapat segera membuktikan janjinya dengan menangkap pelaku pengancaman tersebut, sekaligus meningkatkan kinerja untuk menghindari kecolongan lebih lanjut. Kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum bergantung pada tindakan nyata, bukan sekadar janji dan pernyataan saja.
#(is-one)#

