Harga Pupuk Tinggi, BEM Sampang Tuntut Usut Tuntas Mafia Pupuk

Sampang.(zonainvestigasi.com) – Di tahun-tahun terakhir ini para petani di Kabupaten Sampang banyak yang menjerit hingga gulung tikar serta jarang yang bercocok tanam, baik itu menanam padi di musim penghujan maupun tanam tembakau pada waktu musim kemarau.
Alasan mereka krusial yakni para petani tersebut kesulitan untuk mendapatkan pupuk atau mengalami kelangkaan dan jika ada harganya cukup tinggi.

Dari kejadian hal tersebut diatas mengundang ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Sampang melakukan aksi unjuk rasa dengan cara long marc sejauh 500 meter dari depan pasar Srimangunan dan berhenti di depan kantor DPRD Kabupaten Sampang. Kamis (30/01/2025).

Alaika Sya’dul Iraki selaku ketua koordinator aksi para mahasiswa itu dalam orasinya menyerukan di situasi kelangkaan pupuk sehingga mengakibatkan harganya melambung tinggi, untuk itu para mahasiswa yang mewakili rakyat petani meminta agar pemerintah daerah bertanggungjawab terutama instansi, yakni Dispertan KP dan Diskopindag untuk menangani adanya indikasi penyelewengan atau penyalahgunaan pupuk di Kabupaten Sampang yang dilakukan oleh oknum mafia pupuk.

“Kami dari kalangan mahasiswa yang tergabung di BEM Sampang melakukan aksi demo sebagai wujud keprihatinan terhadap rakyat kecil khususnya para petani yang akhir-akhir ini sedang mengeluh serta menjerit karena selain langka juga harganya yang mahal sehingga penjualan pupuk di kios-kios diatas HET”, ujarnya.

“Menyikapi tingginya harga pupuk yang dialami para petani ini, kami menuntut beberapa hal diantaranya, meminta kepada instansi terkait untuk segera menyesuaikan harga pupuk terutama yang bersubsidi yang sudah ditetapkan oleh Permentan serta APH (Aparatur Penegak Hukum) agar bertindak tegas terkait penjualan pupuk diatas HET yang dilakukan oleh para oknum pemilik kios yang tidak bertanggungjawab atau mafia pupuk”, katanya.

Selain itu, dirinya juga menuntut terhadap pemerintah daerah khususnya instansi terkait agar selalu melakukan kroscek ke lapangan serta mengintruksikan kepada pemilik kios agar memasang papan harga pupuk di kios masing-masing.

“Kepada pihak petugas APH agar melakukan penegakan hukum mengenai alokasi atau mutasi dari kios ke Dispertan KP serta menindak tegas terhadap oknum yang melakukan penyelewengan sesuai dengan undang-undang tanpa pandang bulu”, tegasnya.

Dari pantauan jurnalis Zona Investigasi.com biro Sampang, sesampainya di depan gedung DPRD Kabupaten Sampang para peserta aksi mahasiswa itu sempat terjadi kericuhan karena dihadang oleh aparat kepolisian, dan akhirnya Ketua DPRD Sampang, Rudi Kurniawan menemui peserta aksi unjuk rasa.

Ketua DPRD Sampang dari Partai Nasdem itu sempat meminta maaf atas keterlambatannya menemui para mahiswa yang sedang menggelar aksi unjuk rasa karena disebabkan banyaknya agenda, seperti acara Musrenbang serta pertemuan dengan Imaba.

“Tuntutan mahasiswa itu akan kami agendakan kemudian ditindaklanjuti melalui audensi bersama Dispertan KP dan Diskopindag maupun dinas terkait lainnya juga perwakilan dari BEM Kabupaten Sampang untuk mengupas tuntas serta membahas masalah pupuk bersubsidi dan evaluasi kios-kios yang melanggar aturan.

“Pesan kami kepada adik-adik mahasiswa agar segera mengirimkan surat kepada dinas terkait untuk audensi dan saya minta kepada adik-adik mahasiswa perwakilan sekitar 5 atau 10 orang, kemudian kita bahas dan kupas tuntas terkait kebobrokan penyaluran pupuk bersubsidi dari kontributor ke kios kios nakal di Kabupaten Sampang”, pungkas Rudi dengan tegas.

#(is-one/m)#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *