Komplek Situs Makam Panji Laras Kurang Terawat, Kemana Petugasnya…..???

Sampang.(zonainvestigasi.com) – Panji Laras merupakan sosok legenda rakyat bagi masyarakat Pulau Madura khususnya di Kabupaten Sampang.
Makamnya terletak di Jalan Mangkubumi Kampung Madegan, Kelurahan Polagan, Kabupaten Sampang.

Akan tetapi situs sejarah yang terkenal di masanya itu komplek pemakamannya sampai saat ini kurang terurus dan terawat serta tidak dijaga secara maksimal. Padahal selain makam Panji Laras, di lahan komplek tersebut terdapat beberapa makam lainnya seperti pesarean Kian Santang, Tumenggung R Mantri dan makam lainnya.

Sedangkan peninggalan kuno yang ada di komplek itu sendiri diantaranya, Umpak, balok batu berealif, Dorpel berangka satu dengan tulisan 1301 Saka (1379 M), dan yang lebih mengesankan lagi yaitu di komplek pemakam Panji Laras di kelilingi oleh tujuh buah sumur keramat.

Pantauan jurnalis Zona investigasi.com biro Sampang di lapangan menunjukkan kondisi area pemakaman Panji Laras tersebut kondisinya seperti kurang terawat, itu dibuktikan dengan robohnya beberapa bagian di sekitar altar makam, papan silsilah Panji Laras sudah terhapus serta ketujuh sumur tidak mengeluarkan sumber mata air dan kering.

M. Husin salah seorang warga setempat yang kebetulan sedang membersihkan makam keluarganya di area komplek itu membenarkan bahwa area pemakaman Panji Laras memang akhir-akhir ini kurang terurus serta terawat dengan baik. Kamis (13/03/2026).

“Sebetulnya di komplek Makam Panji Laras sudah ada petugas yang merawatnya bernama Fauzan, akan tetapi dia jarang datang kesini.
Kondisi saat masih ditangani oleh almarhum H. Dohri area pemakaman itu cukup bersih serta terawat dengan baik dan bahkan menanam beberapa pohon beringin, sehingga di lingkungan wilayah komplek pemakaman jadi teduh dan asri”, katanya.

“Dulu ketujuh sumur ada sumber mata airnya, karena yang menjaga sekarang tidak seperti H. Dohri (Alm, akhirnya sebagian bahkan keseluruhan sumur ini kering meskipun musim penghujan tetap tidak mengeluarkan air.
Apalagi tidak pernah dirawat sama sekali, sehingga kemungkinan besar mata air sumur tersebut tertutup oleh lumpur, seandainya digali lagi atau dibersihkan maka saya yakin akan keluar dan berfungsi lagi”, jelas Husin dengan tatapan kosong.

Sedangkan Kepala Disbudparpora (Dinas Budaya, Pariwisata Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Sampang, H. Marnilem, S.Pd ditemui di ruangannya mengatakan bahwa situs-situs dan peninggalan sejarah memang merupakan prioritas utama apalagi yang yang terletak di Sampang kota.

“Terkait dengan pariwisata sejarah khususnya situs peninggalan kuno ini di tahun-tahun kemarin memang sudah saya ajukan anggaran pemeliharaan ke pemerintah daerah, akan tetapi karena ada PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) dan di susul pada tahun 2024 terbentur dengan Pilkada serentak akhirnya anggaran untuk pemeliharaan serta pemugaran situs-situs tersebut ditunda karena adanya pemangkasan anggaran”, ujarnya.

“Mungkin tahun ini atau tahun depan anggaran tersebut bisa terealisasi, oleh sebab itu saya berharap khususnya kepada pemerintah daerah maupun DPRD Kabupaten Sampang agar tolong diperhatikan, karena situs ataupun pemakaman itu sendiri merupakan tokoh para pendiri cikal bakal terbentuknya Kabupaten Sampang”, ungkap H. Marnilem.

“Selain itu, ada pepatah bahwa negara dikatakan maju dan terhormat jika mengenang serta menghargai para pahlawan atau pendirinya, maka dari itu kita selaku anak cucu atau sebagai generasi penerus bangsa ini seharusnya serta wajib memelihara dan merawat makam maupun situs tersebut”, pungkasnya.

  #(is-one)#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *