Kapolres Bangkalan Serahkan Motor Guru Sekolah SD Lerpak 2 Yang Sempat diGasak Begal

Bangkalan, zonainvestigasi.com – Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono, S.H., S.I.K., M.I.K. menyerahkan langsung kendaraan sepeda motor milik seorang Guru SDN Lerpak 2, yang sempat di gasak 3 orang begal saat pulang mengajar dengan membawa anaknya, pada Senin (21/04/2025) lalu.

Poto: Kapolres Bangkalan saat menyerahkan kendaraan sepeda motor kepada anak korban di Mapolres Bangkalan

1 unit sepeda motor merek Honda Vario itu diserahkan kepada korban bernama Maidatul Hasanah (31) warga Desa Geger Kabupaten Bangkalan. Tidak hanya itu Kapolres juga memberikan sebuah mainan agar anak guru tersebut tidak mengalami syok berat.

Kapolres Bangkalan menjelaskan, jika 1 dari 3 orang pelaku pembegalan itu berhasil ditangkap satreskrim polres Bangkalan di Kampung Malang, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya.

Dia juga menerangkan, saat penangkapan terhadap pelaku, S berupaya melakukan perlawanan menggunakan sebilah senjata tajam (sajam) kepada petugas. Sehingga kemudian kaki pelaku S terpaksa dilumpuhkan dengan dihadiahi timah panas.

“Dalam pembegalan itu, ada 3 orang pelaku berinisial S, HB, dan RD. 1 dari 3 pelaku begal terhadap seorang guru yakni inisial S alhamdulillah berhasil kami amankan. Sedangkan HB dan RD, saat ini sedang dalam tahap pengejaran pihak kepolisian,” jelas AKBP Hendro, saat konferensi pers di halaman Mapolres Bangkalan, Kamis (01/052025).

Menurut AKBP Hendro, tersangka S merupakan residivis dan sudah keluar masuk penjara. Pada 2021 di tempat kejadian perkara (TKP) Kecamatan Tanah Merah menjalani hukuman 2 tahun dan 2023 TKP Genteng kena hukuman 13 bulan penjara.

“Tersangka selain pasal 365 KUHP kita kenakan pasal undang-undang darurat dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. ” Tutupnya.

Sementara itu, Kadisdik Kabupaten Bangkalan Yakub mengucapkan rasa terimakasih dan sangat mengapresiasi atas kinerja polres bangkalan, karena telah berhasil membekuk pelaku dan menyerahkan kendaraan korban tanpa dipungut biaya apapun.

“Ini adalah kado terindah kami di hari pendidikan nasional. Semoga kedepan kejadian ini lebih meningkatkan lagi kewaspadaan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bangkalan dalam melaksanakan tugas sehari-hari. ” Pungkasnya. (Muallam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *