Wakil Bupati Sampang Bersama Yayasan Pendidikan Al- Baghdady Launching Dapur SPPG

Sampang.(zonainvestigasi.com) – Untuk menindaklanjuti program Presiden RI Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) maka pada hari ini Wakil Bupati Sampang, KH. Achmad Mahfudz AQ melaunching SPPG (Satuan Layanan Pemenuhan Gizi) milik YP (Yayasan Pendidikan) Al Baghdady di Dusun Pliyang Desa Tanggumong Kecamatan/Kabupaten Sampang. Selasa (07/10/2025).

Hadir dalam acara Launching dapu SPPG tersebut diantaranya Ketua DPRD Kabupaten Sampang, Rudi Kurniawan beserta anggotanya dari Fraksi PKB, M. Faruq dan Fraksi Gerindra, Alan Kaisan, Kasdim 0828/Sampang, Mayor Inf Ach Jailani, Forkompimcam serta tamu undangan lainnya.

Ketua YP Al Baghdady, Nurul Iksan menyampaikan bahwa tujuan dari dapur SPPG adalah selain menindaklanjuti program Presiden RI juga membuka lapangan kerja, meningkatkan perekonomian lokal serta kualitas SDM demi tercapainya generasi emas 2025.

“Dapur SPPG ini akan mendistribusikan MBG kepada 1.114 Penerima Manfaat.
Oleh sebab itu kami perlu dukungan penuh dari masyarakat untuk mensukseskan program pemerintah berupa program MBG yang rencananya akan di distribusikan secara bertahap sesuai arahan dari Badan Gizi Nasional.
Untuk itu, kami mengharap adanya kerjasama yang baik dari seluruh kalangan masyarakat demi mensukseskan program MBG ini kedepannya”, ujarnya.

Sedangkan sambutan Wakil Bupati Sampang, KH. Achmad Mahfudz AQ menyatakan bahwa dapur SPPG yang dibuka oleh YP Al Baghdady maka secara tidak langsung mensukseskan program dari Presiden RI yang dijadikan sebagai program unggulan serta strategis pemerintah pusat.

“Dengan adanya program Presiden ini, maka kita perlu mendukung program tersebut dan saling koordinasi antar lembaga baik lembaga dinas pemerintah maupun swasta baik pengawasan menu maupun kualitas dari MBG tersebut sesuai harapan Presiden.Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Saya menghimbau serta berharap kepada semua SPPG di seluruh Kabupaten Sampang semoga tidak ada yang dicabut izin pendiriannya, karena di Indonesia sendiri sudah ada sekitar 14 lebih SPPG yang di non aktifkan atau dicabut izinnya, dengan cara agar selalu menjaga kualitas dan juga melakukan pengawasan serius terhadap menu MBG yang akan di distribusikan ke penerima manfaat”, pungkasnya.

  #(is-one)#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *