Merasa Kalah Debat Publik Pertama Paslon Bupati Sampang (2024-2029), Rival Politik Jimad Sakteh Kebakaran Jenggot

Sampang, zonainvestigasi.com , — Suasana semakin terasa memanas setelah berlangsungnya dalam Debat Publik Pertama Kandidat Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sampang yang digelar KPU Sampang baru-baru ini dan disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta yakni JTV Surabaya pada Senin malam tanggal 4 November 2024.

Akar permasalahannya yaitu setelah pasca debat tersebut digelar, salah satu Paslon itu terkesan seperti ‘Kebakaran Jenggot’ dan seolah-olah mencari pembenaran dengan cara ber-statment serta menuduh rival politik mereka yakni Jimad Sakteh menyebarkan isu Hoaks terkait Proyek Reservasi jalan Kecamatan Kedungdung – Desa Bringkoning dan juga jalan poros Kecamatan Tambelangan – Kecamatan Banyuates.
Tuduhan yang mereka lontarkan setelah dalam debat di klaim kalau proyek tersebut mendapat penolakan dan berdampak pada anggaran yang belum bisa dicairkan.

Mendengar adanya tuduhan tersebut, Nurhasan selaku Ketua Forum Sampang (Forsa) Hebat dengan tegas langsung meluruskan tudingan itu, dirinya mengatakan bahwa tidak ada penolakan resmi terhadap proyek tersebut, akan tetapi disinyalir adanya indikasi lemahnya pengawalan proyek pasca kepemimpinan Bupati Sampang bergeser dari H. Slamet Junaidi kepada PJ Bupati Sampang sekarang yakni Rudi Arifianto.

“Proyek itu sebetulnya sudah melalui proses pengajuan dan disetujui oleh pemerintah pusat atas usulan Bupati Sampang (Periode 2019-2024) H. Slamet Junaidi, bahkan pemenang lelangnya sudah ditentukan.
Namun seiring berjalannya waktu dan begitu kepemimpinan daerah berpindah tangan ke PJ Bupati Sampang (Rudy Afriyanto) proyek tersebut kok malah tertunda dan tidak terealisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan”, ujarnya. Rabu (06/11/2024).

Pihaknya juga mengungkapkan adanya penolakan administratif dari PROJO yang mempersoalkan sejumlah aspek proyek. Meski demikian, Ketua Forsa Hebat yang juga aktivis senior itu menegaskan bahwa hal tersebut tidak seharusnya menjadi hambatan utama bagi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sampang.
“Penolakan dari PROJO lebih bersifat administratif dan seharusnya tidak sampai menghalangi proyek yang akan berjalan”, tegasnya saat diwawancarai oleh jurnalis Zona investigasi.com biro Sampang.

Ketua Forsa Hebat yang lebih akrab disapa Kak Hasan itu menyampaikan bahwa tudingan hoaks yang dilontarkan Paslon tersebut tampaknya merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian serta menutupi ketidakmampuan mereka dalam mengawal proyek infrastruktur jalan yang dianggap vital (penting) pembangunannya bagi masyarakat sekitar maupun umum dan seakan-akan mereka itu hanya mencari pembenaran saja.

“Saya berpendapat, keterlambatan proyek tersebut disebabkan karena lemahnya pengawasan dari pihak pemerintah daerah, dalam hal ini Pj Bupati Sampang selaku pemangku jabatan, dan di perparah lagi setelah munculnya keberatan administratif dari PROJO serta pergantian kepemimpinan”, ungkapnya.

“Menurut penilaian saya, proyek preservasi jalan ini seharusnya menjadi prioritas, mengingat pentingnya akses jalan bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Mereka lebih memilih menyalahkan dan mengalihkan perhatian daripada menghadapi kendala sebenarnya dalam proyek ini,” pungkasnya.

  #(is-one)#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *