Aksi Segel Ruang Kerja Rudy Afriyanto Oleh Forsa Hebat Dan MCS Sebagai Bukti Kekecawaan Ke Pj Bupati Sampang
Sampang.(zonainvestigasi.com) – Sebelumnya Forsa Hebat bersama MCS melakukan audensi ke beberapa lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah, seperti KPU Sampang, Polres Sampang, Bawaslu Sampang dan kali ini mereka mengadakan audensi ke Pemerintah Daerah dalam hal ini terhadap Pj Bupati Sampang, Rudy Afriyanto beserta pejabat struktural Pemerintah Kabupaten Sampang.
Dari hasil serangkaian kegiatan audensi tersebut, begitupun juga termasuk yang ditujukan ke Pj Bupati Sampang mayoritas mengalami kekecewaan serta tidak ada jawaban dari semua itu.
Misalkan saja yang terjadi di kantor Pemerintah Kabupaten Sampang, saat Forsa Hebat dan MCS melakukan audiensi tidak ditemui oleh Pj Bupati Sampang, Rudy Afriyanto dan yang hadir hanya Asisten 1, Sudarmanto, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sampang, Anang Djunaedi beserta Kabid Poldagri Ba kesbangpol Kab Sampang, Bambang Maryono SH. MH, perwakilan Inspektorat dan perwakilan BKDSM Kabupaten Sampang. Rabu (06/11/2024).
Di depan pejabat struktural Pemkab Sampang, Ketua Forsa Hebat Nurhasan mengungkapkan kekecewaannya di depan para pejabat yang hadir dengan mengatakan bahwa dirinya bersama anggotanya maupun rekan-rekan tidak pernah ditemui oleh Pj Bupati Sampang.
“Kami bersama anggota Forsa Hebat beserta rekan-rekan media Sampang yang tergabung di MCS meresa kecewa dan menyesal sekali mempunyai seorang Pj Bupati yang tidak mempunyai etika serta seolah-olah tidak menghargai dan kesannya hanya meremehkan orang lain”, katanya dengan nada kecewa.
Pada saat Nurhasan menanyakan tentang Pj Bupati Sampang (Rudy Afriyanto) yang jarang bahkan tidak pernah masuk kantor ke Darmanto.
Asisten 1 itu menjawab kalau Pj Bupati masuk kantor tapi di Pendopo Trunojoyo yang tak lain merupakan rumah dinas bupati.
Dengan nada menahan marah, Ketua Forsa Hebat tersebut mengatakan bahwa pendopo itu hanya sekedar rumah dinas untuk istirahat bupati bersama keluarga.
“Bapak Darmanto ini pejabat apa bukan, kita semua sama-sama pada mengetahui termasuk juga Pak Darmanto bahwa ruang dinas kerja Bupati itu di kantor Pemda dan bukan di pendopo.
Kalau dipimpin bupati seperti ini maka saya yakin Sampang tidak akan mengalami perubahan pak”, ujarnya.
“Ayolah kita sama-sama berpikir mengenai Kabupaten Sampang yang akan menggelar Pilkada serentak ini Pak.
Kasihan rekan Forkopimda dalam hal ini TNI/Polri yang mempunyai tanggung jawab besar untuk menjaga stabilitas keamanan, ketertiban serta kondusifitas Kabupaten Sampang yang selama ini kita tau bahwa Kabupaten Sampang menjadi sorotan nasional karena masuk tiga besar urutan kedua Zona Merah daerah rawan konflik di Provinsi Jawa Timur.
Puncak tahapan pelaksanaan Pilkada serentak 2024 ini tinggal menghitung hari, tapi selama ini mana peran maupun kesiapan Pj Bupati Sampang yang terhormat Rudy Afriyanto menjelang pilkada ini, padahal dia (Pj Bupati Sampang) itu seorang abdi negara pejabat pemerintahan yang ditugaskan oleh Menteri Dalam Negeri untuk mempersiapkan pilkada agar damai, aman, tertib dan kondusif “, tegas Hasan dengan sambil menggebrak meja lalu meninggalkan ruangan.
Dari pantauan jurnalis Zona Investigasi.com biro Sampang, selanjutnya Ketua Forsa Hebat bersama anggotanya beserta MCS langsung menuju ruang kerja Pj Bupati Sampang melakukan penyegelan sebagai bukti simbolis kalau ruang kerja tersebut telah di tutup karena Pj Bupati Sampang selama menjalani tugasnya tidak pernah masuk kerja secara profesional sebagaimana mestinya selaku petugas dinas pemerintahan.
#(is-one)#

