Mandangin Bergema! Festival Pesisir V HCML Pecah, Bupati Sampang Bongkar Rencana Besar 6 Hektare untuk Wisata

Sampang, zonainvestigasi.com – Pulau Mandangin benar-benar bergema.

Ribuan masyarakat larut dalam kemeriahan Malam Puncak HCML Festival Pesisir V yang digelar di lapangan Desa Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Sabtu malam (15/8/2026).

Mengusung tema “Mandangin Bergema”, festival yang digelar Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) bersama Pemerintah Kabupaten Sampang, SKK Migas dan sejumlah mitra tersebut bukan sekadar panggung hiburan.

Di balik kemeriahan panggung, terselip pesan besar tentang masa depan masyarakat Pulau Mandangin.

Mulai dari pemberdayaan ekonomi, pengembangan UMKM, pendidikan, pelayanan administrasi kependudukan hingga rencana pengembangan kawasan wisata.

Selama rangkaian kegiatan, HCML menggelar berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Di antaranya sunatan massal, pemutakhiran dan perekaman data kependudukan bersama Dispendukcapil Kabupaten Sampang, pemberian sepatu sekolah bagi anak kurang mampu, serta sejumlah kegiatan sosial lainnya.

Puncaknya, masyarakat disuguhi panggung terbuka yang berlangsung meriah sekaligus penyerahan berbagai penghargaan kepada pihak-pihak yang dinilai berkontribusi.

Sejumlah pejabat dan tokoh penting hadir dalam kegiatan tersebut.

Di antaranya Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama istri Hj. Evy Slamet Junaidi, Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., Dandim 0828/Sampang Kolonel Inf. Dika Catur Yanuar Anwar, S.H., M.H., Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan, Anggota DPRD Jawa Timur Agus Wahyudi, Direktur Utama RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Andi Andrian Hasan, S.E., serta Wasekjen Keraton Madura Agus Adid.

Turut hadir Sekda Kabupaten Sampang Faisol Ansori, S.H., sejumlah Kepala OPD, Camat Sampang beserta jajaran, Manager HCML Wilayah Madura Hamim Tohari, Ketua Tim SKK Migas Jabanusa Anggoro Mahendra, tokoh masyarakat, tokoh agama dan para undangan lainnya.

HCML: Bukan Sekadar Beroperasi, Tapi Ingin Jadi Tetangga yang Baik
Manager HCML Wilayah Madura, Hamim Tohari, menegaskan bahwa Festival Pesisir merupakan salah satu bentuk kepedulian dan upaya HCML untuk terus membangun hubungan baik dengan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sampang dan masyarakat Pulau Mandangin yang selama ini memberikan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan operasi HCML.

“Saya mewakili manajemen HCML mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Sampang beserta jajarannya dan segenap masyarakat Pulau Mandangin atas dukungannya, sehingga kegiatan HCML bisa beroperasi dan mengelola amanat negara dalam pengelolaan hulu minyak dan gas bisa berjalan dengan baik,” ujar Hamim.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila kegiatan yang digelar selama festival mengganggu kenyamanan masyarakat.

Menurutnya, keberlangsungan operasi hulu migas tidak bisa dilepaskan dari dukungan masyarakat sekitar.

“Kami memohon dengan hormat agar kerja sama maupun dukungan selama ini bisa berjalan terus sehingga kegiatan operasi kami dalam mengemban amanah negara untuk pengelolaan hulu migas dapat berjalan dengan baik dan lancar sampai ke depannya,” katanya.

SKK Migas: Mandangin Harus Terus Bergema
Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggoro Mahendra, menyebut Festival Pesisir V memiliki nilai khusus. Sebab, Festival Pesisir pertama pada 2022 juga digelar di Pulau Mandangin.

Kini, empat tahun kemudian, festival tersebut kembali hadir di pulau yang sama dengan tema “Mandangin Bergema”.

“Semoga ke depan gemanya ini akan berlanjut serta berkesinambungan, baik antara HCML dan masyarakat Mandangin maupun dengan Pemerintah Kabupaten Sampang sendiri,” harap Anggoro.

Bupati Sampang Pasang Target: Warga Mandangin Jangan Hanya Jadi Penonton!
Sementara itu, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi memberikan penekanan yang cukup keras.

Menurutnya, masyarakat Pulau Mandangin harus mendapatkan manfaat nyata dari keberadaan kegiatan hulu migas di wilayah tersebut.

Ia mendorong agar masyarakat tidak selamanya bergantung pada sektor perikanan dan pekerjaan sebagai nelayan.

Bupati meminta HCML dan SKK Migas ikut mendorong lahirnya kemandirian ekonomi melalui pelatihan, pemberdayaan masyarakat dan penguatan UMKM.

“Karena di sini sebagai daerah terdampak, maka saya meminta kepada PT HCML maupun SKK Migas.

Saya ucapkan terima kasih kepada HCML yang telah berkenan bekerja sama memberikan bantuan serta pelatihan kepada masyarakat di sini dan juga membantu para UMKM kita supaya dapat mandiri,” tegasnya.

Menurut Slamet Junaidi, target akhirnya bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menciptakan masyarakat yang mampu berdiri di atas kaki sendiri secara ekonomi.

6 Hektare Lahan Dibidik Jadi Kawasan Wisata
Yang paling menarik, Bupati Sampang mengungkap rencana pemanfaatan lahan seluas sekitar 21 hektare yang berada di Pulau Mandangin.

Dari lahan tersebut, sekitar 6 hektare diajukan kepada Kementerian Keuangan melalui HCML untuk pinjam pakai.

Lahan itu nantinya diarahkan untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata yang dapat dikelola masyarakat, khususnya pemuda dan Pokdarwis.

“Saya ajukan 6 hektare ke Kementerian Keuangan melalui HCML untuk pinjam pakai sehingga dapat dikelola oleh para pemuda serta masyarakat Mandangin, khususnya Pokdarwis, untuk dijadikan tempat wisata,” jelasnya.

Bupati menegaskan, pengembangan wisata tersebut harus memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk menjadi pelaku utama.

“Ke depannya tidak hanya menjadi penonton saja.

Yang terpenting masyarakat Pulau Mandangin siap dan pastinya akan kami berikan,” tegasnya.

Sisa Lahan Diproyeksikan untuk Pemakaman
Selain pengembangan wisata, Pemkab Sampang juga telah memikirkan persoalan lain yang tak kalah penting, yakni kebutuhan lahan pemakaman.

Bupati mengatakan sebagian sisa lahan nantinya akan diarahkan sebagai area pemakaman masyarakat.

Hal tersebut dinilai penting mengingat luas Pulau Mandangin tidak bertambah, sedangkan jumlah penduduk terus mengalami pertumbuhan.

“Pulaunya tetap, tetapi penduduknya semakin bertambah sehingga area pemakaman tersebut semakin sulit. Maka dari itu tanah tersebut akan kami buat area pemakaman masyarakat Pulau Mandangin,” pungkasnya.

400 Pemuda Tampilkan Sejarah Mandangin
Malam puncak Festival Pesisir V semakin spektakuler dengan pertunjukan Bangsacarah dan Ragapatmi, sebuah pertunjukan kolosal yang mengangkat sejarah Pulau Mandangin.

Sebanyak kurang lebih 400 pemuda dan pemudi Pulau Mandangin terlibat dalam pertunjukan tersebut.

Bukan hanya hiburan, penampilan itu menjadi simbol bahwa Pulau Mandangin memiliki potensi budaya dan generasi muda yang bisa menjadi kekuatan penting dalam pembangunan daerah.
Festival Pesisir V pun ditutup dengan suasana penuh semangat.

“Mandangin Bergema” akhirnya bukan sekadar tema festival, melainkan sebuah pesan bahwa masyarakat Pulau Mandangin ingin didengar, diberdayakan dan dilibatkan sebagai pelaku utama dalam pembangunan.

Kini tantangannya tinggal satu: mampukah gema tersebut terus terdengar setelah panggung festival dibongkar?
(is-one)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *