Elemen Civitas Academica UTM Nyatakan Sikap Dengan Panggilan Hati Atas Situasi Bangsa Ini

Bangkalan, Zonainvetigasi.com-Semua Elemen Civitas Academica
Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menyatakan sikap dengan panggilan hati (Pangesto Ateh Kanggui Indonesia) dari Madura untuk Indonesia dengan mengibarkan bendera hitam sebagai wujud keprihatinan terhadap situasi politik saat ini. Mereka berkumpul di taman kampus rektorat JI. Raya Telang, Kamal, Bangkalan guna menyampaikan aspirasi keprihatinan yang sedang dialami bangsa ini. Rabu (07/02/2024).

Helmy Boemiya, S.H., M.H. salah satu dari Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi (PSPK) Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura (FH UTM) menyatakan, dalam situasi seperti ini kampus UTM harus hadir untuk mengingatkan lebih intens kepada penguasa agar nalar kekuasaan bisa dijalankan dengan lebih sehat dan bersih. Sehingga akan terus muncul perbaikan situasi politik kenegaraan yang lebih kondusif menuju Pemilu 2024.

PERNYATAAN SIKAP PSPK FH UTM) terkait situasi dan kondisi kebangsaan terkini sebagai berikut :

Indonesia berkeyakinan bahwa Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena itu, para penyelenggaran negara sudah sepatutnya menerapkan nilai-nilai religiusitas

  1. Berdasarkan perspektif Pancasila
    2024, Pusat Studi
    sila ke 1 kami dalam melaksanakan tugas dan fungsinya:
  2. Berdasarkan perspektif sila ke 2 Pancasila, kami berpandangan bahwa nilai-nilai kemanusiaan sudah sepatutnya dilaksanakan oleh para penyelenggara negara
    termasuk dalam etika politik kebangsaan :

Pancasila dan Konstitusi
mengedepankan cita hukum (rechtidee) Indonesia:
Kehidupan Berbangsa;

  1. Berdasarkan perspektif Pancasila, mari kedepankan sila ke-3 persatuan
    Indonesia, kami menyuarakan bahwa pemilu sejatinya muara akhirnya adalah
    persatuan Indonesia bukan untuk memecah belah, maka perlu keteladanan
    kepala negara (Presiden) dan ketua lembaga negara untuk dalam posisi netral
    atau tidak memihak bahkan menyalahgunakan kewenangannya serta
    berpandangan bangga
  2. Pelaksanaan pemilu merupakan esensi dari Pancasila sila ke 4, maka kami
    berharap dalam Pemilu tahun 2024 ini, mari kita kembalikan dalam nuansa penuh hikmah dan kebijaksanaan bukan mementingkan kepentingan politik para penguasa;
  3. Pancasila Sila ke 5 mengamanahkan bangsa ini utamanya pemerintah
    mewujudkan keadilan sosial, maka kami berharap sudah sepatutnya pemimpin
    negara dapat bertindak adil bagi semua pihak dalam kontestasi pemilu tahun
    2024;
  4. Berdasarkan perspektif konstitusi (UUD NRI tahun 1945), kekuasaan Presiden
    sangatlah besar, dari Pasal 4 sampai dengan Pasal 17 UUD NRI Tahun 1945,
    kemudian tidak terlampau jelas pembatasan sebagai kepala negara dan kepala
    pemerintahan dan tidak ada pula Undang-
    -Undang lembaga kepresidenan, maka
    perlu di kedepankan TAP MPR Nomor VI/MPR/2001 Tahun 2001 tentang Etika

“Berdasarkan argumentasi di atas dan tidak mengurangi rasa hormat, kami PSPK FH UTM Mengharapkan kepala negara (Presiden Republik Indonesia) dapat bertindak arif, bijaksana dan mencerminkan negarawan sejati, serta menjaga demokrasi sesuai nilai-nilai Pancasila,” Pungkasnya. (Muallam).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *