SLBN Banyuates Tampil Istimewa Di Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar PGP Angkatan 10 Kab Sampang

Sampang.(zonainvestigasi.com) – Untuk meningkatkan mutu pendidikan agar lebih baik di Indonesia maka pemerintah pusat melakukan program Guru Penggerak.
Program Pendidikan Guru Penggerak ini nantinya  siap menjadi pemimpin pembelajaran dan berperan sebagai agen pendorong transformasi pendidikan di Indonesia.

Begitu pula di Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang juga melaksanakan program Pendidikan Guru Penggerak (PGP), dan hari ini merupakan lokakarya 7 dari panen hasil belajar PGP Angkatan 10 dengan diikuti 52 peserta Calon Guru Penggerak. Rabu (23/10/2024).

Bertempat di SMK Negeri 2 Sampang, acara lokakarya 7 tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, M. Fadli, S.Pd, M.Pd, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Mashudi Adiwijaya, S.Pd, M.Pd, Perwakilan Guru Penggerak Provinsi Jawa Timur, Istas Bintoro, S.Sos, Fasilitator, Pengajar Praktek (PP) dan Komunitas Praktisi serta tamu undangan lainnya.

Istas Bintoro, selaku perwakilan Guru Penggerak Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa tujuan program PGP adalah mendorong dunia pendidikan untuk meningkatkan sumber daya manusia yang unggul memiliki profil serta mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar sekolah.

“Kami berharap agar Guru Penggerak menjadi katalis perubahan pendidikan di daerahnya dengan cara menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya, menjadi Pengajar Praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah, mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah, membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antar guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dan yang terakhir menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah”, katanya di depan para hadirin.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, M. Fadli, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya mengharapkan kepada tenaga pendidik khususnya terhadap Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran disiplin kepada siswa sehingga tanggung jawab yang besar terhadap anak asuhnya agar siswa nantinya itu menjadi generasi emas.

Dari pantauan jurnalis Zona Investigasi.com biro Sampang, bahwa di acara lokakarya 7 tersebut menyuguhkan beberapa penampilan seperti tari kreasi dari para siswa didik, dan yang membuat terkesan serta terharu adalah penampilan fashion show tiga siswa tuna rungu dengan busana hasil karya dari siswa-siswi SLB (Sekolah Luar Biasa) Negeri Banyuates.

Erinarsih, salah seorang Pengajar Praktek menerangkan tentang busana fashion yang dipakai oleh siswa SLB Negeri Kecamatan Banyuates itu, yakni mengangkat tema ‘Batik Jorame’ (Trunojoyo Setara dan Istimewa).

“Kita menampilkan khususnya anak-anak siswi dari SLB Negeri Banyuates karena mereka ini selain mempunyai keterbatasan tapi mempunyai keistimewaan tersendiri dalam segala hal .
Sedangkan batik itu sendiri merupakan hasil karya tangan-tangan terampil dari siswa-siswi SLB Negeri Banyuates”, ucapnya.

“Adapun Batik Jorame sendiri kepanjangan dari Trunojoyo Setara Istimewa.
Batik tersebut mempunyai makna kearifan lokal. yaitu gambar Monumen Trunojoyo merupakan sebuah prasasti yang sangat bersejarah bagi rakyat Madura.
Gambar tangan bertemu yaitu slogan yang diusung Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PK-PLK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dengan motto ABK Bisa PKLK Istimewa Mandiri Tanpa diskriminasi”, jelasnya.

“Sedangkan Setara adalah pentingnya membangun konstruksi berpikir bahwa ABK tidak perlu dikasihani namun perlu dieksplor potensinya dan diberikan peluang yang sama, kesetaraan bagi semua memiliki hak yang sama untuk mengakses pendidikan, infrastruktur dan bagaimana mereka bisa melakukan aktivitas ekonomi dan sosial, sedangkan istimewa mempunyai artian hasil bumi dari Kecamatan Banyuates seperti jambu mede, kerang yang beragam dan bunga melati sebagai sumber daya alam yang begitu istimewa untuk dikembangkan sebagai produk unggulan”, pungkasnya.

Kegiatan lokakarya 7 panen hasil belajar PGP angkatan 10 itu sendiri diakhiri dengan acara talk show dilanjutkan sesi tanya jawab.

  #(is-one)#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *